SURYA.CO.ID, KEDIRI - Menjadi pemimpin di masa mendatang yang masih kental warga milenial, memerlukan bekal khusus salah satunya memiliki kharakter Pancasila dan tidak takut memiliki mimpi besar.
Pesan itu disampaikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat menjadi salah satu narasumber dalam Seminar Nasional “Menjadikan Pancasila sebagai Dasar Pola Pikir Pemimpin Bangsa” yang digelar mahasiswa Universitas Brawijaya (UB) Kampus Kediri secara daring, Minggu (29/11/2020).
Diungkapkan wali kota, pemimpin bangsa yang berjiwa Pancasilais, pasti memiliki visi atau tujuan yang akan dicapai. Selain itu, kharakterisik Pancasila tersebut juga harus dimiliki pemimpin yang berwatak milenial.
"Seorang pemimpin harus memiliki lima kharakteristik sebagaimana yang terkandung dalam sila Pancasila yaitu pertama beriman, kedua menjunjung tinggi hak orang lain, ketiga rasa nasionalisme yang tinggi, keempat mengedepankan musyawarah dalam etiap mengambil keputusan yang berdampak untuk banyak orang. Dan yang terakhir adalah adil,” jelas Mas Abu - sapaan wali kota.
Sedangkan saat menguraikan persyaratan seorang pemimpin di era milenial, Mas Abu mengingatkan pentingnya agar tetap memahami dan memiliki kharakter sesuai isi Pancasila.
"Pemimpin milenial di masa depan juga harus memiliki mindset digital, pendengar yang baik, adaptif, inovatif, inklusif bukan eksklusif, berani beda dan pantang menyerah," tambahnya.
Sehingga saat masih menjadi mahasiswa, calon pemimpin milenial itu harus banyak belajar, mencari banyak teman, berkegiatan positif termasuk berorganisasi. Kemudian memiliki soft skill, belajar berbisnis serta jangan takut untuk bermimpi.
“Kesuksesan saya bukan atas dasar saya sendiri, tetapi karena mau belajar dan memiliki kenalan yang banyak. Artinya, saya punya teman yang banyak dan bisa membantu saya," jelasnya.
Selain itu yang paling penting adalah restu dan doa dari orangtua. Mas Abu mengingatkan bahwa kemajuan awalnya berawal dari mimpi besar, bukan mimpi yang 'remeh' dan hanya mimpi 'remahan.'
"Saya sampaikan kepada teman-teman jangan pernah takut bermimpi. Boleh mimpi yang besar sekalipun, jangan hanya mimpi yang remah-remeh saja, karena ini belum telat untuk kalian," tegasnya.
Karena itu tambah wali kota, mulai sekarang berpikir kira-kira akan membuat bisnis apa yang bisa dilakukan. Jika tidak suka bisnis, bisa belajar apapun, dan kalau tidak tahu harus bertanya.
"Nanti ketika kalian keluar dari kampus, harus memiliki kemampuan. Sehingga ketika kalian melamar pekerjaan dan ditanya banyak hal yang bisa dilakukan," ungkapnya.
Selain itu mahasiswa harus punya networking, jangan hanya punya teman dari daerahnya saja tetapi juga harus punya teman dari luar daerah. Dalam webinar yang diikuti 200 peserta, wali kota juga berpesan mahasiswa harus memiliki rasa percaya diri.