Terdampak Covid-19, Padat Karya DPU Kota Kediri Serap Naker Bidang Konstruksi

Kediri Dalam Berita | 09/11/2020

Kediri, koranmemo.com – Pada masa pandemi seperti ini beberapa sektor lapangan pekerjaan memang mengalami penurunan. Untuk mengatasinya, Pemerintah Kota Kediri, mengadakan program Padat Karya yang mengandalkan belanja pemerintah untuk meningkatkan penyerapan tenaga kerja dengan mengadakan proyek yang dikerjakan oleh masyarakat itu sendiri.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri, Sunyata menjelaskan sesuai dengan arahan Wali Kota Kediri program dilaksanakan untuk menyerap tenaga kerja dari pengangguran atau warga miskin. Tujuannya masyarakat bisa bertahan selama pandemi nanti.

“Kami sedang mendorong agar penyerapan tenaga kerja pada sektor lapangan kerja konstruksi tahun 2020 ini bisa meningkat. Jika dilihat dari data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri tahun 2019 kemarin sektor konstruksi bisa menyerap sebesar 5,73 persen pekerja,” katanya.

Adapun pada tahun 2019 lalu ada sekitar 139.645 angkatan kerja di Kota Kediri. Dari ratusan ribu angkatan kerja tersebut, program Padat Karya menargetkan sebanyak 3.750 pekerja yang terserap. “Setiap kelurahan mengajukan pekerja melalui RT atau RW lalu jika sudah akan diajukan ke DPU. Jika nanti kelebihan bisa dialihkan ke proyek dinas lain jika kurang kami akan memberitahukan untuk menambah lagi bekerja dari kelurahan tersebut,” imbuhnya.

 

Sementara itu Lurah Bawang, Zainal Abidin menjelaskan kelurahannya mengerjakan 5 pekerjaan dari DPU Kota Kediri. Proyek tersebut diantaranya Pengurukan Halaman Balai Kelurahan, Pembenahan Jalan Barat Sumber Soyo, Plengsengan Penahan Air depan TK Pembina, Pavingisasi di Lingkungan Gande, dan Pengurukan berm. “Pengurukan berm baru mulai Senin (9/11) sementara untuk penahan jalan masih belum dilaksanakan,” katanya.

Sesuai dengan arahan, pemilihan pekerja melalui Ketua RT, semua yang ingin mengajukan diri pun sebisa mungkin dilibatkan dalam Padat Karya ini. “Semua warga yang mengajukan diterima, bahkan kemarin ada yang masing kurang 7 pekerja. Segera kami umumkan ke masyarakat yang ingin ikut kegiatan ini,” tukas Zainal.

Melalui padat karya, Lurah Bawang berharap masyarakat mendapatkan pemasukan lebih dari Padat Karya tersebut. Adanya pemasukan ini menurutnya bisa meningkatkan perekonomian daerah. “Kalau ada pendapatan, akan berimbas pada sekitar. Daya beli mereka akan terjaga, seumpama tetangganya jual nasi, dengan pendapatan tersebut jadi laku,” tutupnya.