Proyek Padat Karya Dinas PU Kota Kediri, Ringankan Warga Terdampak Covid-19

Kediri Dalam Berita | 09/11/2020

Kediri, koranmemo.com – Mengurangi dampak ekonomi selama pandemi Covid-19, program penyerapan tenaga kerja memberikan dampak baik pada kuli, tukang, dan mandor yang sempat mengalami penurunan pendapatan. Menurut beberapa pekerja pada program padat karya ini mengaku sangat terbantu untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari selama tidak bisa bekerja.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Kediri, Sunyata menjelaskan pengangguran dan warga miskin diutamakan untuk bekerja pada program Padat Karya. Karena ditargetkan minimal 25 persen tenaga kerja dapat terserap pada pembangunan ini semua warga terdampak Covid-19 yang mendaftar sebisa mungkin tetap dipekerjakan.

“Memang jika memerlukan tenaga ahli yakni, seperti tukang dan mandor kami terkadang menggunakan dari kelurahan tetangga jika di dalam 1 kelurahan tidak ada yang berpengalaman. Namun tetap kami utamakan warga setempat untuk mengerjakan proyek pembangunan tersebut,” katanya.

Dijelaskan, ada sebanyak 210 paket proyek yang tersebar di beberapa bidang, yakni cipta karya, pengairan, dan bina marga. Anggaran yang terserap pada kegiatan ini mencapai Rp 27 miliar dengan sasaran pembangunan sarana prasarana umum yang sering digunakan masyarakat.

 

Pembangunan tersebut meliputi pengerjaan plengsengan atau penahan jalan, pembersihan atau rehab saluran, pembangunan jalan, serta berm jalan. Adapun mekanisme dari penentuan proyek ini kebanyakan merupakan usulan dari kelurahan dan ada juga beberapa tambahan dari PU yang dirasa perlu untuk masyarakat. Jadi sebagian besar merupakan aspirasi dari masyarakat.

“Pengerjaan proyek tersebut bisa menyerap tenaga lebih banyak dan sering dibutuhkan masyarakat. Target kami mulai September sampai pertengahan Desember harus sudah selesai semua,” imbuhnya.

Salah satu pekerja yang merasakan manfaat Padat Karya adalah warga Kelurahan Banaran, Kecamatan Pesantren, Sumarwan. Adanya pekerjaan ini bisa meringankan kebutuhan selama perekonomian daerah mengalami perlambatan. “Awalnya sepi sekali kena Corona. Tidak ada pemasukan. Lalu dari Pak RT disuruh ngumpulin KTP, jadi saya bisa kerja lagi,” kata pekerja yang perbaikan saluran irigasi di kawasan Kelurahan Banaran.

Sementara itu Agung Prasetyo, mandor pengerjaan saluran irigasi di kawasan Ngronggo, Kecamatan Kota. Proyeknya mempekerjakan 14 kuli dengan 3 tukang yang seluruhnya berdomisili di Kelurahan Ngronggo. Pelaksanaan Proyek Padat Karya dirasakan oleh warga masyarakat yang kehilangan pekerjaan terdampak Covid-19 selain juga turut serta dalam pembangunan fisik yang akan warga nikmati selanjutnya