TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan kekhawatiran terhadap anak-anak, terkait penggunaan obat-obatan.
"Kadang-kadang masyarakat menggunakan obat secara ngawur. Khususnya obat antibiotik," ungkap Abdullah Abu Bakar, Senin (12/10/2020).
Menyusul kekhawatiran itu Wali Kota meminta Dinas Kesehatan untuk break down dan membuat pembinaan Agent of Change (AOC) untuk Gerakan Masyarakat Cerdas Menggunakan Obat (Gema Cermat) yang melibatkan apoteker di Kota Kediri.
"Artinya paling tidak kita sudah bergerak untuk menyadarkan masyarakat agar menggunakan obat-obatan secara bijak. Kalau ngawur khawatir anak kecil dosisnya sudah tinggi," ujarnya.
Karena kepeduliannya dalam penggunaan obat Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mendapatkan penghargaan Aoc Gema Cermat terbaik se-Jatim yang diserahkan Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa di Gedung Negara Grahadi Surabaya, Minggu (11/10/2020).
Wali Kota mengungkapkan, dengan diraihnya penghargaan berharap akan muncul inovasi-inovasi baru untuk terus mengedukasi masyarakat.
"Alhamdulillah kita dapat penghargaan dari Provinsi Jawa Timur. Saya mengucapkan banyak terima kasih kepada Dinas Kesehatan maupun masyarakat dan yang terpenting adalah agent of changenya. Mudah-mudahan membawa dampak positif bisa mengedukasi masyarakat agar kita lebih baik lagi kehidupannya," pungkasnya.
Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri dr Fauzan Adima menjelaskan, Kota Kediri dapat meraih penghargaan ini karena langkah-langkah untuk memasyarakatkan atau sosialisasi kepada masyarakat agar menggunakan obat secara cerdas dilakukan sangat masif.
Mulai dari setiap puskesmas mempunyai program inovasi, dari Dinas Kesehatan juga memberikan pelatihan kepada semua apoteker di Kota Kediri, sehingga apoteker dan puskesmas bersama-sama sosialisasikan kepada masyarakat untuk menggunakan obat secara cerdas.
"Contohnya jangan menggunakan antibiotik secara sembarangan, cara menyimpan obat. Gerakan ini sangat masif di Kota Kediri sehingga dapat penghargaan ini," jelasnya.
Dinas Kesehatan Kota Kediri akan membuat inovasi mengenai Gema Cermat yang telah berjalan di Kota Kediri sejak tahun 2017.
"Kita akan berinovasi dengan cara pembuangan obat-obat di rumah tangga yang expired. Lalu menggunakan toga (tanaman obat) secara maksimal dan ketiga penggunaan obat secara rasional," jelasnya.
Ia menambahkan, "Masyarakat akan dibuatkan semacam saluran informasi sehingga bisa mengakses dan bisa konsultasi secara gratis tentang obat-obatan di Kota Kediri."