TRIBUNJATIM.COM - Manajemen Persik Kediri menjelaskan alasan perubahan jadwal Kompetisi Liga 1 2020 dari PT LIB selaku operator penyelenggara.
Melalui media officer Persik Anwar Basalamah mengatakan bahwa dalam surat yang diluncurkan oleh PT LIB kepada Persik Kediri disebutkan sejumlah alasan perubahan jadwal yang diberikan.
"Alasan pertama karena ada beberapa klub yang tidak memiliki home base, kedua juga ada ada klub juga yang pindah homebase. Semisal Bhayangkara dari PTIK ke Tanggerang, kemudian Persebaya belum punya homebase dan Persipura yang sebelumnya Gajayana menjadi Kanjuruhan," terang Basalamah.
Namun menurut basalamah apapun keputusan dari PT LIB, pihaknya akan selalu siap menghadapi kompetisi Liga 1.
"Pastinya mengejutkan bagi kita di manajemen awalnya kita ada pemberitahuan H - 5 sebelumnya lawan Persela kemudian menjadi lawan PSS Sleman," tambah pria yang akrab disapa Bas.
Sementara itu Basalamah juga membenarkan informasi terkait regulasi terbaru dalam kompetisi Liga 1 bagi supporter yang nekad datang di stadion saat pertandingan.
"Kompetisi ini tanpa suporter kemarin sesuai dengan kesepakatan dalam penting manajemen akan diberikan sanksi dianggap kalah atau tidak dapat poin," tegas Basalamah.
Sesuai panduan manual Liga 1 bahwa di dalam stadion maksimal hanya ada 270 orang yang terdiri Tim Official, Media, Panpel, dan Petugas Keamanan.
"Semuanya total 270 orang di dalam stadion lebih dari itu maka dianggap melanggar protokol panduan Liga," ucapnya.
Basalamah menghimbau untuk suporter Persik mania agar memperhatikan aturan ini dengan tidak datang ke Stadion saat Macan Putih bermain di Brawijaya Kediri.
"Kita kemarin sudah datangi komunitas club (Persik Mania) dan sampaikan mengenai regulasi ini. Saat laga uji coba kemarin kita juga sudah menerapkan pertandingan tanpa suporter artinya persikmania akan memahami kondisi ini. Tentu sangat merugikan bagi klub jika suporter nekat datang ke Stadion," tutupnya.