Kediri, koranmemo.com – Kasus konfirmasi positif Covid-19 Kota Kediri kembali bertambah. Sebanyak 3 kasus dirilis Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar melalui akun instagram @abdullah_abe, Jumat (25/9). Dua di antara kasus tambahan ini dinyatakan tertular dari klaster bersepeda.
Mas Abu sapaan akrab Wali Kota Kediri menjelaskan, 2 orang tersebut adalah pasangan suami istri.
“Ada 3 kasus tambahan pertama Laki-laki umur 64 tahun alamat Kelurahan Bandar Lor Kecamatan Mojoroto ini adalah transmisi lokal karena memiliki riwayat bersepeda saat ini yang bersangkutan dirawat di RSUD Gambiran. Kasus ke-2 perempuan berumur 62 tahun alamat Bandar Lor klaster-nya sama bersepeda, istri dari kasus sebelumnya. Perempuan ini dirawat di RSUD Gambiran,” katanya melalui media sosial.
Sementara itu, kasus tambahan ke-3 merupakan perempuan hamil dan saat ini sedang menjalani perawatan di RS. “Selanjutnya perempuan 33 tahun, alamatnya di Dermo, Kecamatan Mojoroto. Klaster-nya dari mana masih dalam proses. Saat ini yang bersangkutan sedang hamil dan sedang dirawat di RS SLG,” pungkasnya.
Juru Bicara Satgas Covid-19 Kota Kediri, dr Fauzan Adima menjelaskan, 2 pasangan yang dinyatakan tertular dari klaster memiliki riwayat bersepeda di sekitaran Kota Kediri dan wilayah Malang.
Baca Juga: Relaksasi Iuran, BPJS Ketenagakerjaan Berikan Diskon 99 Persen
“Hasil tracing yang bersangkutan pernah bersepeda di wilayah Goa Selomangleng. Tapi sebelumnya dua pasangan ini juga punya riwayat bersepeda di Malang dan menerima tamu dari Kota Batu,” tukasnya.
Mengenai penularan yang menimpa ibu hamil, menurut Fauzan saat sedang mengandung wanita memang rentan tertular Covid-19. Karena itu di puskesmas dan RS pemeriksaan pada ibu hamil lebih diperketat untuk meminimalisir penularan. “Hamil ini bukan termasuk kategori komorbid. Tapi memang ketika hamil biasanya imun justru mengalami penurunan,” tutupnya.
Baca Juga: Tangkap Peluang, Pengrajin Ini Buat Masker Bermotif Batik Sukun
Dengan 3 tambahan ini, Kota Kediri mencatat sebanyak 186 kasus konfirmasi. Sebanyak 17 dirawat 20 orang dipantau dan 139 orang dinyatakan sembuh. Kasus meninggal masih sampai Jumat kemarin masih mencatatkan 10 orang.

