TRIBUNJATIM.COM, Kediri - Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono mengatakan hasil kemenangan 3-0 melalui gol penalti adalah strategi yang sengaja dicoba pada pertandingan melawan Martapura FC.
Diketahui pada laga uji coba Persik Kediri kontra Martapura FC, Rabu (23/9/2020), tim Macan Putih meraih kemenangan 3 gol tanpa balas melalui gol penalti yang diciptakan oleh Antoni Putro pada menit ke-18, Septian Bagaskara di menit 53 dan Antoni Putro menit ke-68.
Melalui hasil ini Persik Kediri mempunyai modal berharga sebelum menghadapi kompetisi Liga 1 2020.
Budi Sudarsono menyebut jika penalty tersebut merupakan bagian dari salah satu strateginya.
"Penalty tersebut sebenarnya merupakan bagian dari penerapan strategi kami. Di mana, saya menginstruksikan kepada seluruh pemain untuk selalu menekan ke atas tepatnya di areal kotak 16 meter daerah lawan. Dari seringnya menekan ke atas itu, kita diuntungkan dengan pemain kita yang sering di ganjar pelanggaran di kotak 16 meter tersebut dan terjadilah penalty," jelasnya.
Dirinya menekankan kepada anak asuhnya untum selalu menekan dengan bola atas sehingga membuat peluang besar di depan gawang.
"Untuk itu semuanya perlu adanya koordinasi yang bagus disetiap lini dan tentunya kondisi fisik yang bagus. Dan Alhamdulillah, mereka mampu menerapkannya dengan baik," ucap Si Piton (julukan Budi Sudarsono)
Namun Budi mengaku masih ingin terus lakukan peningkatan terhadap strategi yang dimilikinya saat menjelang bergulirnya Kompetisi Liga 1 Oktober 2020.
"Saya rasa, untuk pola menekan ke atas ini masih bisa kita tingkatkan lagi ya. Saya ingin, Persik Kediri bermain dengan pola terus menyerang. Di samping itu, kita juga akan tingkatkan terkait dengan penyelesaian akhir sebagai target utamanya dalam mencetak gol," terangnya.
Menambahkan menurut Budi bahwa saat ini Persik akan fokus membenahi skuatnya dari hasil 3 laga uji coba yang sudah dijalani.
"Kita tidak akan ada pertandingan uji coba lagi kita akan evaluasi dan benahi masalah dan hal yang harus diperbaiki selama pertandingan match kemarin," tegas Budi.