Wali Kota Kediri Santuni Ahli Waris TKW, Sempat Upayakan Pemulangan ke Indonesia

Kediri Dalam Berita | 24/09/2020

tribunnews

 
surya/didik mashudi
 
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menyerahkan santunan kepada Dina, ahli waris Kristinawati, TKW asal Kota Kediri yang meninggal dan dimakamkan di Malaysia, Rabu (23/9/2020).



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Wali Kota Kediri Santuni Ahli Waris TKW, Sempat Upayakan Pemulangan ke Indonesia, https://surabaya.tribunnews.com/2020/09/23/wali-kota-kediri-santuni-ahli-waris-tkw-sempat-upayakan-pemulangan-ke-indonesia.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Deddy Humana

SURYA.CO.ID, KEDIRI - Pemkot Kediri memberi perhatian khusus kepada Kristinawati, tenaga kerja wanita atau TKW asal Kelurahan Betet, Kota Kediri yang meninggal dan dimakamkan di Malaysia. Secara khusus, bantuan berupa santunan pun diberikan kepada ahli waris Kristinawati, Rabu (23/9/2020).

Santunan diberikan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar saat berkunjung ke rumah Suwandi, kakak kandung almarhumah. Abu Bakar mengaku mengetahui berita duka dari media sosial dan sudah mengupayakan berbagai cara untuk kepulangan jenazah.

“Pemkot Kediri tetap berkomitmen agar jenazahnya dibawa pulang ke Kota Kediri supaya bisa disemayamkan di sini. Namun ada beberapa hal yang menjadi catatan kami bahwa saat ada pandemi memang itu agak sulit untuk dilakukan," ungkap Abu Bakar.

Menurutnya, pihaknya telah berkomunikasi dengan KJRI di Johor dan P2TKI. Bahkan mengadakan zoom meeting dengan beberapa LSM yang mengurusi almarhumah di Malaysia.

"Memang benar almarhumah Ibu Kristinawati dimakamkan di sana atas permintaan keluarganya. Jadi akan dipulangkan sebelum masuk rumah sakit, tetapi ketika sudah masuk rumah sakit lalu meninggal akhirnya diikhlaskan untuk dimakamkan di sana,” jelasnya.

Sementara Dina, ahli waris almarhumah mengucapkan terima kasih kepada pihak yang telah membantu sekaligus menjelaskan latar belakang keputusan keluarga yang sepakat menguburkan almarhumah di Malaysia.

“Terima kasih banyak untuk pihak yang ada di Malaysia yang membantu merawat mama saya selama sakit hingga menghembuskan nafas terakhir. Selama sakit, pihak keluarga memantau perkembangan lewat foto yang dikirimkan," ungkapnya

Waktu kritis juga ditelepon, ada juga komunitas yang datang. Dari pihak keluarga juga sepakat karena keterbatasan biaya, dan di tengah pandemi Covid-19 maka prosesnya lebih sulit.

"Untuk itu kita mengikhlaskan untuk dikuburkan di sana. Dan itu malah dijadikan masalah dan ada yang sampai menghujat,” paparnya.

Dina juga menyampaikan terima kasih atas bantuan dan respon dari Pemkot Kediri. “Terima kasih Bapak Wali Kota sudah memperhatikan kejadian seperti ini. Sudah ramai kemarin gara-gara kasus seperti ini, jadi saya ucapkan terima kasih sudah membantu,” pungkasnya.

Dijelaskan pihak keluarga, almarhumah sudah bekerja di Malaysia sejak 2009. Kemudian sejak 1 Agustus 2020 sempat dirawat selama 25 hari di RS Sultan Ismail Johor Baharu, Johor, Malaysia hingga meninggal 25 Agustus di usia 57 tahun karena sakit.