SURYA.CO.ID, KEDIRI - Tercatat sudah 6 tahun berturut-turut Pemerintah Kota (Pemkot) Kediri meraih Opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dari Kementerian Keuangan (Kemenkeu) Republik Indonesia.
Penyerahan penghargaan dilakukan secara daring pada rangkaian Rakernas Akuntansi dan Pelaporan Keuangan Pemerintah tahun 2020 di Command Center Balai Kota Kediri, Selasa (22/9/2020).
Saat menyaksikan video conference penyerahan penghargaan WTP ini, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar didampingi Sekretaris Daerah Kota Kediri Budwi Sunu, Kepala BPPKAD Kota Kediri Bagus Alit, dan Plt Inspektur Inspektorat Kota Kediri Edi Darmasto.
Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengatakan, untuk dapat meraih WTP, Pemerintah Kota Kediri telah memenuhi empat kriteria.
Pertama, kesesuaian dengan standar akuntansi pemerintah. Dalam hal ini Pemerintah Kota Kediri telah menjalankan sesuai dengan PP 71 tahun 2010.
Kedua, kecukupan pengungkapan. Laporan keuangan Pemerintah Kota Kediri sudah diungkap secara memadahi.
Ketiga, kepatuhan terhadap perundang-undangan. Semua yang dilaksanakan oleh Pemerintah Kota Kediri mematuhi aturan perundang-undangan.
Keempat, efektivitas Sistem Pengendalian Intern (SPI). Pemerintah Kota Kediri selalu meningkatkan SPI sehingga apa yang direncanakan berjalan dengan baik.
“WTP kami ini sebenarnya sudah enam kali berturut-turut. Tapi karena ini yang diberi penghargaan pemerintah pusat adanya sepuluh kali berturut-turut dan lima kali berturut-turut, ya kami masuk dalam kategori itu. Alhamdulillah kita sudah lebih dari lima kali,” ujar pria yang akrab disapa Mas Abu itu.
Dijelaskan, opini WTP merupakan sebuah kewajiban bagi Pemerintah Kota Kediri. Dengan diperolehnya Opini WTP berarti penggunaan anggaran Pemerintah Kota Kediri sudah baik.
“Mudah-mudahan ke depan empat kriteria itu terus bisa kami jaga baik-baik dan kami tingkatkan. Mudah-mudahan dengan WTP kami semakin mendapat kepercayaan lebih dari masyarakat terkait dana yang dikelola oleh pemerintah,” pungkas Mas Abu.
Sementara Kepala BPPKAD Kota Kediri, Bagus Alit menambahkan, dengan diperolehnya Opini WTP ini, ke depan Pemkot Kediri akan terus melakukan perbaikan. Apalagi akan semakin banyak tantangan untuk mempertahankan Opini WTP ini.
“Kami selalu lakukan perbaikan misalnya untuk pengelolaan aset. Terutama sertifikasi aset untuk pengamanan aset. Itu salah satunya. Tantangannya ada perubahan aplikasi dulunya SIMDA yang dibuat oleh BPKP, ke depan kami akan gunakan SPIP yang dibuat Kemendagri. Ini menjadi tantangan tersendiri. Kami harus sosialisasikan kepada OPD agar berjalan dengan baik,” ujarnya.