Siswa Datang ke Sekolah Saat Pandemi, Ini yang Dilakukan Satpol PP Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 08/09/2020

Kediri, koranmemo.com — Personel Satpol PP Kota Kediri mendatangi salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Kota Kediri yang diduga melaksanakan kegiatan belajar mengajar (KBM) di sekolah. Padahal, selama pandemi ini pemerintah melalui Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) mengarahkan KBM dilaksanakan melalui sistem dalam jaringan (daring).

Kabid Trantibumas Satpol PP Kota Kediri, Nur Khamid menjelaskan, personel mendapat aduan masyarakat (dumas) terkait adanya KBM tatap muka di salah satu MA di Kota Kediri. “Sekitar pukul 09.15 WIB, regu 2 menindaklanjuti hal tersebut. Di sana, personel berkoordinasi dengan pihak sekolah,” jelasnya, Senin (7/9).

Berdasarkan hasil koordinasi, memang ada siswa yang datang ke sekolah, namun mereka tidak mengikuti KBM. Pelaksanaan pembelajaran tetap dilaksanakan melalui daring atau pembelajaran jarak jauh (PJJ). Jumlah siswa yang datang pun tercatat hanya 10 siswa.

Menurut Nur Khamid, sepuluh siswa tersebut datang ke sekolah untuk mengikuti program khusus. “Siswa yang masuk ke sekolah, hanya khusus untuk keterampilan dan berjumlah 10 anak. Kegiatan tersebut pun dikhususkan hanya untuk siswa yang mengikuti program kejuruan. Untuk KBM tetap dilaksanakan secara daring,” tuturnya.

 

Nur Khamid mengatakan, personel juga berkoordinasi mengenai Peraturan Walikota (Perwali) Kediri serta peraturan daerah (perda). “Sebenarnya dari Bapak Walikota Kediri kan belum mengizinkan, begitu pula dari pemerintah. Dengan demikian, kami mengimbau untuk pelaksanaan kegiatan sekolah harus ada koordinasi dengan Satuan Tugas (Satgas) Covid-19 Kota Kediri,” ucapnya.

Sementara itu, Kasi SMA dan PK-PLK Cabang Dinas Pendidikan (Cabdindik) wilayah Kabupaten dan Kota Kediri, Chairul Effendi mengatakan, kegiatan KBM di sekolah khususnya wilayah Kediri masih belum diperbolehkan. Mengingat, wilayah Kabupaten maupun Kota Kediri sendiri belum kembali ke zona hijau.

Beberapa waktu lalu, Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar menegaskan mengenai pelaksanaan KBM di sekolah belum diperbolehkan. “Kalau untuk sekolah belum, di Kota Kediri belum kami perbolehkan untuk kegiatan di sekolah,” tegasnya, Kamis (27/8).

Menurut Abu, sapaan akrab Wali Kota Kediri, sekolah yang sudah melaksanakan KBM secara langsung terlebih dahulu melalui persiapan matang. Bahkan, di Jawa Timur sendiri hanya daerah-daerah tertentu yang ditunjuk dan menjadi sekolah percontohan. Dengan demikian, pelaksanaan KBM di sekolah tidak boleh sembarangan.

Bahkan, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa pun hanya memperoleh KBM secara langsung atau tatap muka hanya sebatas uji coba. Seperti beberapa SMA sederajat di Provinsi Jawa Timur yang ditunjuk sebagai percontohan dan uji coba KBM tatap muka.