Nama Wali Kota Kediri Mas Abu Dicatut untuk Minta Sumbangan, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan

Kediri Dalam Berita | 03/09/2020

tribunnews

 
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
 
Nama Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, dicatut untuk meminta sumbangan dan hadiah. Masyarakat diminta waspada dan berhati-hati terkait penipuan yang mengatasnamakan wali Kota Kediri itu, Rabu (2/9/2020).



Artikel ini telah tayang di Tribunjatim.com dengan judul Nama Wali Kota Kediri Mas Abu Dicatut untuk Minta Sumbangan, Masyarakat Diminta Waspada Penipuan, https://jatim.tribunnews.com/2020/09/02/nama-wali-kota-kediri-mas-abu-dicatut-untuk-minta-sumbangan-masyarakat-diminta-waspada-penipuan.
Penulis: Didik Mashudi
Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Nama Wali Kota KediriAbdullah Abu Bakar, dicatut untuk meminta sumbangan dan hadiah.

Masyarakat diminta waspada dan berhati-hati terkait penipuan yang mengatasnamakan wali Kota Kediri itu.

Sejumlah warga dan tokoh agama pondok pesantren di Kota Kediri mengaku mendapatkan pesan WhatsApp yang berisi permintaan sumbangan donasi dan hadiah yang mengatasnamakan pribadi Wali Kota KediriAbdullah Abu Bakar.

Nomor tersebut meminta sejumlah uang untuk ditransfer dan menghubungi nomor tertentu untuk konfirmasi hadiah.

Terkait dengan permintaan sumbangan dan hadiah tersebut, Abdullah Abu Bakar menegaskan itu tidak benar.

"Saya maupun seluruh jajaran Pemerintah Kota Kediri tidak sedang mengadakan kegiatan tersebut," tandas Abdullah Abu Bakar, Rabu (2/9/2020).

Dijelaskan, jika ada warga Kota Kediri ingin membantu atau memberikan donasi terkait penanganan virus Corona ( Covid-19 ) bisa menghubungi platform Si Jamal, kumpulan lembaga amal dan amil zakat yang bekerja sama dengan Pemerintah Kota Kediri.

"Dengan Si Jamal, justru donasi bisa tersalurkan dengan transparan dan tepat sasaran. Bukan melalui saya secara pribadi," jelasnya.

Abdullah Abu Bakar berharap warga Kota Kediri tidak mudah percaya jika ada pesan WhatsApp, telepon ataupun SMS yang mengatasnamakan wali Kota Kediri, keluarga, ataupun pejabat Pemkot Kediri untuk meminta sejumlah dana.

Karena dipastikan itu oknum penipu.

"Warga Kota Kediri saya rasa sudah cerdas untuk membedakan mana pesan penipuan dan mana pesan yang benar. Sebagai wali kota saya akan memakai saluran resmi baik melalui media sosial pribadi ataupun media sosial yang dikelola Pemkot Kediri untuk menyampaikan pesan kepada masyarakat," jelasnya.

Secara pribadi, Abdullah Abu Bakar berterima kasih kepada warga yang proaktif untuk melaporkan kejadian ini, sehingga tidak menimbulkan korban kerugian materiil bagi pihak yang bisa dikecoh oleh pelaku penipuan.