Budi Sudarsono Ungkap Kekurangan Persik Kediri Jelang Bergulirnya Liga 1 2020

Kediri Dalam Berita | 01/09/2020

tribunnews

 
Instagram @persikofficial
 
Pelatih Persik Kediri, Budi Sudarsono(kanan) berdialog dengan pemainnya di tim Macan Putih. Budi Sudarsono ingin membagi semua ilmunya kepada pemain dengan harapan Persik Kediri jadi tim yang tajam di Liga 1 2020



 

SURYA.co.id | KEDIRI - Persik Kediri terus memantapkan timnya jelang bergulirnya lagi Liga 1 2020. Tim berjuluk Macan Putih ini mulai membenahi kekurangan yang masih ada.

Pelatih Persik KediriBudi Sudarsono terus mengevaluasi dan membenahi kelebihan dan kekurangan tim Macan Putih.

Harapannya, Macan Putih tampil trengginas dan jadi tim menakutkan di pentas Liga 1 2020 yang dijadwalkan bergulir lagi 1 Oktober 2020.

Budi Sudarsono saat ini tidak hanya ingin fokus benahi fisik pemainnya dalam memasuki pekan ketiga latihan Persik Kediri.

Menurut Budi, transisi menyerang bagi tim berjuluk Macan Putih ini dinilai masih kurang.

Hal ini telah diamati Budi Sudarsono dari beberapa ulasan pertandingan Persik Kediri yang telah dijalani sebelumnya.

"Kita ingin benahi transisi dari tengah ke depan supaya lebih efektif," ujar Budi Sudarsono.

Budi mengatakan, saat dilakukan penyerangan dan bola sudah dikuasai melewati garis tengah daerah lawan, namun para pemain nampak kebingungan harus melakukan apa.

"Bola pun terkadang hilang sia-sia dikarenakan salah umpan yang disebabkan oleh faktor kebingungan tadi. Maka dari itu, ini akan kita asah lebih baik lagi. Saya yakin, disisa kurun waktu ini kita mampu benahi itu. Kita buat visi bermain tim menjadi lebih jelas," terang Si Piton -sebutan Budi Sudarsono saat menjadi pemain Timnas Indoensia.

Sedangkan saat aliran bola dari belakang ke tengah, menurut Budi Sudarsono sudah bagus.

"Tinggal masalah tengah ke depan saja untuk penyelesaian akhir, jadi bukan semata-mata ball position kita kuasai tapi ternyata kita sulit untuk membuat gol," terang pelatih kelahiran Kediri ini.

Budi menambahkan, kompetisi kali ini tak hanya dijadikan sebagai ajang pembentukan pemain di Liga 1 2021 mendatang. Namun pelatih berusia 40 tahun tersebut menargetkan jika skuat Macan Putih mampu finis di papan atas klasemen akhir.

"Kalau wacana kita di 2021 berada di papan atas. Berarti kita di tahun ini (Liga 2020) gak boleh jauh-jauh dari target tersebut. Kalau di tahun ini saja kita naruhnya berada di bawah. Jadikan untuk memenuhi target di 2021 pastinya akan berat. Begitu juga dengan melakukan sejumlah pembenahan di dalamnya," harap pelatih yang mengawali karier sepakbola profesionalnya bersama Persebaya.

Budi yang merupakan mantan sriker Timnas Indonesia ini menjelaskan, tim Persik Kediri banyak di huni pemain muda. Namun, dirinya yakin dengan potensi yang dimiliki mereka.

"Meski muda, mereka sangatlah berpotensi. Terlebih mereka adalah putra daerah, saya turut bangga kepada mereka dan percaya, jika mereka mampu menunjukkan kemampuan di kompetisi ini," terang mantan pemain Persija dan Deltra Sidoarjo ini.

Akibat pandemi Corona arau Covid-19 yang melanda dunia dan Indoensia, maka kompetisi sepak bola terhenti sementara waktu. Baik kompetisi liga Internasional maupun nasional, seperti Liga 1 Indoensia.

Akan tetapi seiring mulai membaiknya kondisi negara dari dampak Covid-19 hingga adanya kepentingan penyelenggaraan Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia pada 2021, PSSI memutuskan menggelar kembali kompetisi Liga 1 2020 yang disepakati akan kembali digelar pada 1 Oktober 2020.