Kediri, demonstran.com – Tak hanya benahi kondisi fisik pemain setelah masa libur latihan panjang akibat pandemi corona. Kini Pelatih Persik Kediri Budi Sudarsono tengah fokus benahi transisi pola penyerangan.
Menurut Budi, transisi penyerangan bagi skuat tim berjuluk Macan Putih ini dinilai masih kurang. Hal ini telah diamati Budi Sudarsono dari beberapa ulasan pertandingan Persik Kediri yang telah dijalani sebelumnya.
“Kita ingin benahi transisi dari tengah ke depan supaya lebih efektif,” katanya.
Menurut Budi, disaat dilakukannya penyerangan, dan bola sudah dikuasai melewati garis tengah daerah lawan. Namun para pemain nampak kebingungan harus melakukan apa.
“Bola pun terkadang hilang sia-sia dikarenakan salah umpan yang disebabkan oleh faktor kebingungan tadi. Maka dari itu, ini akan kita asah lebih baik lagi. Saya yakin, disisa kurun waktu ini kita mampu benahi itu. Kita buat visi bermain tim menjadi lebih jelas,” ungkapnya.
“Sedangkan aliran bola dari belakang ke tengah sudah bagus. Tinggal masalah tengah ke depan saja untuk penyelesaian akhir. Jadi bukan semata-mata ball position kita kuasai tapi ternyata kita sulit untuk membuat gol,” jelasnya.
Diketahui akibat pandemi corona melanda tanah air yang membuat kompetisi sepakbola sempat terhenti sementara waktu baik kompetisi liga internasional maupun nasional seperti di Indonesia sendiri. Akan tetapi, seiring mulai membaiknya kondisi negara dari dampak Covid-19 hingga adanya kepentingan penyelenggaraan piala dunia yang digelar di Indonesia pada 2021. Membuat induk sepakbola Indonesia PSSI memutuskan untuk menggelar kembali kompetisi yang disepakati akan kembali digelar pada 1 Oktober 2020

