Wali Kota Kediri Ingatkan Pengelola Mal dan Pusat Perbelanjaan Terapkan Protokol Kesehatan

Kediri Dalam Berita | 19/05/2020

Surya

 
Pemkot Kediri
 
Pengunjung yang masuk ke dalam mal di Kota Kediri selain antre harus menjaga jarak serta diperiksa suhu tubuhnya, Senin (18/5/2020). 



 

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar, memantau masyarakat semakin banyak memenuhi jalanan di Kota Kediri menjelang Hari Raya Idul Fitri. Malahan pusat perbelanjaan dan mal sudah dipenuhi masyarakat yang berbelanja kebutuhan Lebaran.

"Saya paham untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat keluar untuk berbelanja. Tapi saya harap pelaku usaha menerapkan protokol covid-19. Sediakan tempat cuci tangan, jaga jarak minimal satu meter atau mengurangi kapasitas 50 persen dan wajib pakai masker," jelas Abdullah Abu Bakar, Senin (18/5/2020).

Ditegaskan, kepada pelaku usaha yang tidak memenuhi ketentuan dan tidak mengikuti protokol Covid-19 akan mendapatkan sanksi penutupan sementara satu hari.

"Jika masih membandel akan ditutup selama tiga hari," jelasnya.

Selain itu pemilik usaha wajib bertanggung jawab atas pelaksanaan protokol covid-19.

"Jika terjadi pelanggaran, pemilik tidak bisa lepas tanggung jawab," tegasnya.

Abu Bakar juga mengimbau masyarakat untuk menahan dulu berbelanja kebutuhan yang bukan pokok.

Pantauan Surya, mal dan kawasan pertokoan di Jalan Dhoho saat ini mulai dipenuhi pembeli sehingga sampai berjubel.

Mayoritas yang dituju toko-toko yang menjual busana.

Sementara Kediri Town Square, salah satu pusat perbelanjaan di Kota Kediri sudah berancang-ancang membuka penuh tenantnya pada 22 Mei 2020.

“Kami tutup mulai tanggal 31 Maret 2020. Nanti akan dibuka penuh pada tanggal 22 Mei 2020,” kata Aan Tri Ayuni, Marketing Communication Manager Kediri Town Square, Kota Kediri.

Selama tutup, hanya Hypermart yang menjadi salah satu gerai yang tetap buka.

Pada 2 Mei, Kediri Town Square mulai membuka untuk gerai fashion , obat, dan alat kesehatan.

Pada 22 Mei 2020 akan dibuka total semuanya tenant termasuk gerai makanan dan minuman.

Dibukanya pusat perbelanjaan ini untuk memenuhi kebutuhan masyarakat menyambut Lebaran.

Juga keluhan para penyewa gerai karena tutup sehingga tidak ada pemasukan sama sekali.

Saat dibuka protokol kesehatan dilakukan dengan pengawasan ketat dari staf dan keamanan.

Mulai dari cuci tangan, penyemprotan hand sanitizer dan semua pengunjung baik dewasa serta anak-anak harus memakai masker.

Khusus untuk Matahari, salah satu tenant , membatasi pengunjung di dalam gerai maksimal 500 orang.

Bila lebih, harus mengantre di luar, menunggu yang di dalam keluar.

Angka tersebut terbaca dari smart counter yang dipasang di tiap pintu masuk.

Alat ini mendeteksi jumlah pengunjung masuk dan keluar dengan akurat.

“Kalau sudah penuh, mall kami tutup dari depan. Jadi sering terlihat parkiran kosong, tapi pengunjung kami stop untuk menghindari kerumunan,” tambahnya.

Sementara di dalam, staf mengawasi pengunjung.

Antrean di kasir harus melalukan penjarakkan fisik sesuai dengan tanda yang sudah dibuat.

Membeli baju, tidak boleh dicoba karena kamar pas ditutup. 

Selain itu juga dibuatkan rute bagi pengunjung di dalam mall.

Tanda anak panah di lantai berupa tanda hijau arah masuk dan tanda merah arah keluar.

Sebisa mungkin, petugas memantau pergerakan pengunjung agar tidak bergerombol.