Saran Penting Pelatih Persik Kediri Joko Susilo ke Pemain Bola Agar Tak Terjerumus Narkoba

Kediri Dalam Berita | 19/05/2020

Surya

 
SURYA.co.id/Sugiharto
 
Pelatih Persik Kediri, Joko Susilo. 



Artikel ini telah tayang di surya.co.id dengan judul Sara

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelatih Persik KediriJoko Susilo memiliki kiat tersendiri agar kasus narkotika yang menimpa Choirun Nasirin, kiper PS Hizbul Wathan (PSHW) tidak terulang.

Satu diantara kiat yang harus dilakukan dikatakan Gethuk - panggilan Joko Susilo adalah berani bilang tidak baik pada teman atau bahkan saudara yang coba membujuk rayu agar mencoba serbuk haram tersebut.

"Saya punya saran dan ini sangat efektif. Berani bilang tidak sejak mulai awal. Biar tidak terus dibujuk teman atau biar tidak ada perasaan tidak enak (solidaritas) sama teman," terang Gethuk pada Surya.co.id, Senin (18/5/2020).

Sikap ini disampaikan Gethuk sangat penting. Pasalnya, banyak kasus pemain sepak bola terjerat narkotika akibat awal tidak enak menolak ajakan teman atau kerabat dekat.

"Dulu banyak pemain kena narkoba karena pergaulan dan gak enak sesama teman. Semacam menghargai (ajakan teman) saja, dan akhirnya terjerumus," kata pelatih asal Cepu, Jawa Tengah itu.

Sebelumnya, Nasirin bersama tiga rekan lain yang saat ini berstatus tersangka ditangkap di salah satu hotel di kawasan Sedati, Sidoarjo, Jawa Timur pada Minggu (17/5/2020).

Dengan bukti kepemilikan 7 paket narkotika jenis sabu (methapetamine) dengan berat total 5,3 kg.

Tak hanya harus mendekam di dalam jeruji besi, akibat perbuatannya itu, kiper 30 tahun asal Sidoarjo tersebut juga sudah dipecat oleh tim yang saat ini dibelanya, PSHW.