Sebanyak 15.441 lembar Kartu Sembako diserahkan kepada warga Kota Kediri secara serentak pada tanggal 11-14 Mei 2020 melalui kelurahan.
Bantuan ini merupakan perluasan program BPNT (Bantuan Pangan Non Tunai) dari Kementerian Sosial (Kemensos) RI di tengah pandemi Covid-19.
Kartu tersebut nantinya ditukar dengan sembako senilai Rp 200 ribu/bulan selama 9 bulan. Teknis pencairannya akan diinformasikan nantinya pada pemanfaat tersebut.
Di Kota Kediri, untuk pembagiannya dilakukan oleh tim Bank Mandiri dan pendamping Bansos di kelurahan dari tiga kecamatan. Yakni, Kecamatan Pesantren, Kecamatan Kota, dan Kecamatan Mojoroto.
Ribuan kartu sembako yang diserahkan ke warga Kota Kediri, tentunya tetap memperhatikan prosedur kesehatan. Dimana, panitia secara langsung mengawasi proses pembagian sesuai instruksi pemerintah. Seperti menggunakan masker, cuci tangan, dan juga jaga jarak.
Sejauh pengamatan di lapangan, warga mengantri dengan tertib. Pun pembagiannya sesuai dengan jadwal sehingga tidak terjadi penumpukan massa.
Hal ini selaras dengan harapan dan imbauan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar. Dimana Mas Abu-sapaan akrab Wali Kota Kediri- berharap agar warga yang mengambil kartu sembako bisa tertib mengantri. Serta tetap menerapkan prosedur kesehatan.
"Saya mengimbau warga untuk antri dengan tertib waktu pengambilan kartu. Juga nanti saat belanja di e-warung jangan sampai terjadi penumpukan pembeli," ucapnya.
Mas Abu juga berharap dengan diterimanya kartu sembako dari Kemensos bisa dimanfaatkan sebaik mungkin, terutama untuk kebutuhan pangan di tengah pandemi Covid-19.
Terpisah, beberapa warga penerima kartu sembako yang ditemui wartawan, masih belum begitu faham terkait program lanjutan dari BPNT Kemensos itu.
Yatimah (50) warga Kelurahan Bangsal, salah satunya. Dirinya sempat menanyakan kepada petugas, terkait kartu yang diterimanya bisa atau tidaknya ditukar selain sembako.
“Dari panitia ternyata mengatakan tidak boleh. Ini khusus sembako. Saya kira bisa untuk kebutuhan lain,” ucapnya.
Yatimah juga menyampaikan, bila kartu sembako bisa ditukar dengan uang, dirinya ingin memenuhi kebutuhan lain selain sembako. Walau sembako di rumahnya juga tidak berlebih.
Walsinah (61 tahun), warga Kelurahan Bangsal yang mengambil kartunya di kantor Kelurahan Burengan, Kecamatan Pesantren, hampir sama dengan Yatimah.
“Saya hanya disuruh cap jempol saja. Yang penting saya sudah datang sendiri,” ujarnya.
Ia datang ditemani saudara sepupunya yang kebetulan juga KPM. Aturannya, sebisa mungkin KPM yang terdaftar bisa datang sendiri agar bantuan bisa sampai ke pihak yang dituju. Maka bisa dilihat, KPM yang datang ada yang sudah tua bahkan ada yang difabel dan terdaftar dalam BDT (Basis Data Terpadu).
Bila memang berhalangan dan tidak memungkinkan datang, Dinsos memberi kemudahan dengan membuat surat kuasa bermaterai, membawa KTP penerima dan juga KK.
Warga lain, Yayuk (30) warga Kelurahan Bangsal, Kecamatan Pesantren, memiliki harapan dengan pembagian kartu sembako. Dirinya yang menyebut tidak menerima bantuan lainnya, berharap agar bantuan segera bisa diambil.
"Harapan saya bantuan bisa segera diambil, karena memang saya dan keluarga membutuhkannya," ucapnya.

