Kediri (ANTARA) - Sebanyak lima orang warga Kelurahan Ngletih, Kota Kediri, Jawa Timur, yang menjadi buruh linting Pabrik Rokok Simustika di Tulungagung, melakukan isolasi diri di Puskemas Ngletih setelah hasil uji cepatnya dinyatakan reaktif atau positif.
"Harusnya mereka isolasi mandiri di rumahnya. Setelah kami lihat kondisi rumahnya tidak memungkinkan untuk isolasi mandiri, untuk sementara kami titipkan di Puskesmas Ngletih. Kebetulan Puskesmas Ngletih selama COVID-19 ini rawat inapnya diliburkan atau tidak menerima pasien rawat inap," kata Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Kota Kediri dr Fauzan Adhima di Kediri, Jumat.
Ia mengatakan, kondisi rumah kelima buruh linting pabrik rokok itu sangat berdekatan dengan tetangga yang lain. Selain itu, kebanyakan satu rumah dihuni oleh banyak anggota keluarga, sehingga akan susah melakukan isolasi mandiri jika di rumah.
Di Kota Kediri, awalnya terdapat dua orang buruh linting pabrik rokok Tulungagung yang dinyatakan reaktif setelah menjalani rapid test di Tulungagung dan keduanya lalu dititipkan di Puskesmas Ngletih Kediri. Mereka dititipkan di puskesmas itu sejak Minggu (3/05).
"Kemudian kami melakukan tracing lagi pada 12 orang yang juga bekerja di pabrik rokok yang sama. Hasilnya ada tiga orang lagi yang positif dari rapid test," kata Kepala Puskesmas Ngletih Kediri dr Susana Dewi.

