Satu Pasien PDP Covid-19 di Kota Kediri Meninggal Dunia

Kediri Dalam Berita | 11/05/2020

Satu Pasien PDP Covid-19 di Kota Kediri Meninggal DuniaPemakaman PDP yang meninggal dengan protokol covid 19 (FOTO: Protokol dan Komunikasi Pimpinan Setda Kota Kediri)

FOKUS

 BENCANA NASIONAL COVID-19

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengumumkan satu pasien PDP Covid-19 Kota Kediri meninggal dunia di RSUD Gambiran, Sabtu (9/5/2020).

"Pasien warga Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren ini datang ke RS Gambiran pada 3 Mei untuk berobat, dari pemeriksaan di dapatkan pasien ini dari klaster Tulungagung," kata Abdullah Abu Bakar.

Karena dari klaster Tulungagung maka dilakukan rapid test. Ternyata rapid test nya non reaktif. Pasien ini datang dengan keluhan sesak nafas, batuk dan demam. 

"Karena rapid test negatif (non reaktif), maka didiagnosa ODP, dan dirawat di ruangan biasa, ruang Pamenang. Kemudian setelah dirawat selama 6 hari, pada hari ini, 9 Mei, dokter yang merawat memerintahkan dilakukan rapid test ulang, dan ternyata hasilnya reaktif," tambah Mas Abu. 

"Karena hasilnya positif (reaktif) statusnya dinaikkan PDP, dan harus dipindahkan ke ruang isolasi yang bertekanan negatif di RS Gambiran. Sambil menunggu proses pemindahan, kondisi pasien tiba-tiba memburuk dan kemudian meninggal dunia," jelasnya.

Pasien hari ini telah dimakamkan di pemakaman Ngletih dengan protokol pemakaman Covid-19.

"Saya juga sudah memerintahkan Dinkes untuk melakukan tracing ke keluarga pasien yang berinteraksi dengan almarhum, akan kami lakukan rapid test" tegas Mas Abu.

Wal Kota juga meminta agar warga Kota Kediri semakin disiplin dan waspada terkait pandemi Covid-19, jangan pernah lagi meremehkan.