Walikota Kediri Ajak Kapolres Diskusi Keamanan Jelang Lebaran

Kediri Dalam Berita | 06/05/2020

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar berdiskusi perihal keamanan Kota Kediri bersama Kapolres Kediri Kota AKBP Miko Indrayana. (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengundang Kapolres Kediri Kota, AKBP Miko Indrayana di Command Center untuk berdiskusi antisiapasi kejahatan saat pandemi dan menjelang lebaran, Selasa (5/5).

Diskusi membahas masalah aktual terkait keresahan warga terhadap bebasnya napi asimilasi. Narapidana yang bebas karena bonus ini dikhawatirkan kembali berulah.

Seperti diketahui, Lapas Kelas 2A Kediri membebaskan 162 orang dalam program asimilasi terkait wabah Covid-19.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan Lapas bahwa napi yang dilepaskan ini di bawah pengawasan Polres baik kabupaten dan kota juga Lapas,” jelas AKBP Miko kepada Walikota Kediri.

Mas Abu kembali melontarkan pertanyaan terkait adanya aksi balap liar para remaja yang juga berpotensi mengganggu warga lain. “Saya melihat justru pada saat imbauan di rumah aja, ada anak-anak yang balapan liar,” kata Mas Abu.

 

Menjawab persoalan itu, AKBP Miko mengatakan bahwa akhir-akhir ini sudah merazia sejumlah 147 unit kendaraan bermotor beserta pengendaranya yang akan mengadakan balapan liar. Harapannya dengan razia ini bisa mengingatkan warga lain agar tidak melakukannya.

Hidupkan Poskamling

Dijelaskan Kapolres AKBP Miko, ada beberapa langkah yang sudah dijalankan oleh jajaran Polres Kediri Kota untuk menjaga keamanan masyarakat yaitu berkoordinasi dengan camat, lurah, hingga RT untuk kembali menghidupkan Poskamling.

“Saya berterima kasih kepada semua jajaran pimpinan hingga tingkat RT yang sudah melakukan pengamanan swadaya seperti Poskamling. Berjaga dari pukul 22.00 WIB hingga tiba saatnya sahur,” tambah Miko.

 

Selain itu, Polres juga bekerjasama dengan Babinsa, Satpol PP, Hansip, dan semua jajaran mengadakan patroli berskala besar rutin tiap hari. Juga ada patroli khusus pada jam-jam sepi dan rawan kejahatan yaitu habis berbuka dan setelah sahur.

“Saya mengimbau masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri,” kata Miko. Maksudnya, ia mengimbau masyarakat juga mengamankan diri misalnya tidak mengenakan perhiasan yang berlebihan sehingga mengundang kejahatan serta menggunakan HP di jalan yang akan memberi kesempatan orang lain berbuat jahat.