CORONA : Data Pasien Covid-19 di Jawa Timur (istimewa/duta.co)
KEDIRI|duta.co – Jumlah pasien terkonfirmasi positif wabah Pandemi Covid-19 di Kota Kediri bertambah menjadi 9 orang pasien. Data terbaru bapak dan anak laki-lakinya warga Perumahan Wilis Indah II Kelurahan Pojok Kecamatan Moojroto dinyatakan positif berdasarkan hasil swab test. Hal ini disampaikan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar di salah satu radio swasta. Untuk itu, dimohon kepada warganya untuk tetap berada di rumah dan bila keluar rumah untuk selalu memakai masker dan cuci tangan.
Selang beberapa hari pasien perempuan merupakan klaster pelatihan haji di Asrama Haji Sukolilo Surabaya dinyatakan negatif dan diijin pulang, kali ini justru menimpa keluarganya yang dinyatakan positif. “Berdasarkan hasil swab test, suami dan anak laki-lakinya terkonfirmasi positif. Namun mereka OTG, jadi tidak merasakan gejala bila sakit,” terang Wali Kota Kediri, pada Sabtu (25/04).
Abdullah Abu Bakar pun menyampaikan bahwa pasien dengan status Orang Tanpa Gejala (OTG) ini jelas beresiko tinggi dan mampu menularkan ke orang lain. Apalagi, Kota Kediri adalah penduduknya sangat rapat dan wali kota melihat masih banyak pengguna jalan yang mondar – mandir di jalan. “OTG ini beresiko tinggi, tidak ada gejala dan merasa jika tubuhnya positif,” terangnya. Lalu kenapa diminta isolasi mandiri di rumah? Wali kota menyampaikan bahwa saat ini ruang tampung di RSUD Gambiran II telah penuh.
“RS Gambiran merupakan rumah sakit rujukan, tidak hanya menanggani pasien warga Kota Kediri juga, juga dari warga dari kabupaten lainnya. Saat ini ruangannya telah penuh dan kami minta kepada bapak dan anak ini untuk isolasi mandiri dan kami akan melakukan pengawasan,” ucapnya.
Kabar baik didapat dari pasien warga Kelurahan Dandangan, saat ini menjalani perawatan di salah satu rumah sakit swasta di Surabaya, kondisinya makin membaik. Sejumlah petugas gabungan saat ditemui di Posko Pengamanan Isolasi Dandangan membenarkan hal tersebut.