Kediri (ANTARA) - Sebanyak 500 paket bantuan sosial dikirimkan oleh Forum Komunikasi Lembaga Jasa Keuangan (FKLJK) untuk Kota Kediri, Jawa Timur, sebagai dukungan dalam penanganan pandemi COVID-19 di kota ini.
Ketua FKLJK Anandhito J Prakoso mengemukakan pemberian bantuan sosial tersebut dari anggaran untuk agenda UMKM ekspo yang rencananya akan diselenggarakan tahun ini. Namun karena terjadi pandemi COVID-19, anggaran dialihkan untuk bantuan sosial.
"Anggota FKLJK sepakat mengalihkan anggaran tersebut untuk bantuan sosial dengan harapan bantuan yang diberikan dapat meringankan dan membantu masyarakat menghadapi wabah corona sekaligus untuk menyambut bulan suci Ramadhan," katanya di Kediri, Kamis.
Sementara itu, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengatakan terimakasih atas bantuan yang diberikan.
"Saat ini kalau kita lihat memang masyarakat sangat membutuhkan bantuan. Kami akan membagikannya berdasarkan data-data kemiskinan," kata dia.
Ia menambahkan, Pemerintah Kota Kediri juga memiliki tiga program yaitu program antisipasi, program jaring pengaman sosial dan program recovery.
"Kalau saya boleh menyarankan, silahkan perbankan dan lembaga yang lain mencari gagasan karena nantinya kita akan recovery bersama-sama," kata dia.
Bantuan diserahkan secara langsung di Balai Kota Kediri. Rencananya, bantuan tersebut akan dilewatkan program Jaring Pengaman Sosial (Si Jamal) Kediri untuk nantinya disalurkan kepada masyarakat.
Selain itu, program bantuan masker yang terbuat dari tenun ikat juga mulai disalurkan untuk warga Kota Kediri. Tenun ikat merupakan kain khas dari perajin tenun asal Kota Kediri.
Untuk tahap pertama disalurkan sebanyak 21 ribu masker yang terbuat dari tenun ikat. Selain dari pemkot, masker tenun ikat itu juga didonasikan beberapa pihak termasuk asosiasi koperasi di Kota Kediri. Sedangkan, tahap kedua juga telah dipesan sekitar 30 ribu masker tenun ikat.
Pemkot Kediri berharap, bantuan itu bisa bermanfaat. Untuk UMKM, roda perekonomian mereka tetap bisa jalan, sedangkan warga mendapatkan masker yang bisa dimanfaatkan. Sesuai dengan instruksi pemerintah, warga diharuskan mengenakan masker terutama ketika keluar rumah.
Bantuan masker tersebut diberikan secara simbolis diwakili dua kelurahan yakni Kelurahan Mojoroto dan Kelurahan Balowerti, Kota Kediri. Bantuan masker tenun ikat itu akan dibagikan pada masyarakat yang membutuhkan.
Di Kota Kediri, data per Kamis (23/4), jumlah orang dalam pemantauan (ODP) mencapai 197, pasien dalam pengawasan sembilan orang, dan yang terkonfirmasi tujuh orang, dimana tiga dirawat dan empat sisanya sudah dinyatakan sembuh.

