Forum Warung Kopi Kediri Temui Walikota Meminta Izin Buka Warung Selama Puasa

Kediri Dalam Berita | 23/04/2020

Kediri, demonstran.com – Di masa pandemi corona ini membuat sektor perekonomian hampir bisa dikatakan alami kelumpuhan total. Sehingga hal inipun juga berdampak pada perputaran rupiah di masing-masing daerah.

Tak terkecuali dalam kondisi seperti ini membuat para pelaku usaha mikro kecil menengah (UMKM) hingga pedagang kaki lima pun mengeluhkan masa-masa tak mengenakkan ini.

Apalagi dengan adanya sejumlah kebijakan baru yang diberlakukan kepada pedagang kaki lima, pemilik kedai makanan hingga warung kopi yang dianjurkan untuk dibungkus saja membuat daya beli masyarakat menurun.

Atas hal inipun, membuat perwakilan Forum Warung Kopi Kediri, pada hari ini, Rabu (22/4) mendatangi kantor Balaikota Kediri untuk audiensi dengan Walikota.

Audiensi tersebut bertujuan untuk mengajukan permohonan izin kepada Walikota Kediri untuk membuka warung selama bulan puasa.

“Kami mohon untuk diberikan izin buka selama puasa, dan kalau bisa jangan dibatasi tutup jam 22.00 atau 10 malam. Karena warung kopi nanti hanya beroperasi 3 jam dan itu membuat kami rugi,” pinta Roby Sahlul Khuluk pemilik Abank Kopi, perwakilan dari forum warkop.

“Untuk pencegahan covid-19, kami sudah memberi jarak untuk tempat duduk dan menyediakan tempat cuci tangan bagi pelanggan,” tambah Angga Pentol dari Warung Cingker.

Dalam kesempatan tersebut, forum yang beranggotakan 33 warung kopi di Kota Kediri ini berusaha meyakinkan Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar untuk memberikan izin makan dan minum di tempat bagi pengunjung warung atau nongkrong agar keberlangsungan mereka bisa tetap hidup secara pendapatan.

“Saya memohon maaf, tidak bisa kalau memberi izin untuk buka dengan minum kopi di tempat atau buka meja. Kalaupun buka, saya minta teman-teman hanya menyediakan layanan dibungkus saja atau _takeaway_”, tegas Mas Abu.

“Ini semua demi pencegahan penyebaran pandemi corona yang begitu mudah menular. Pemkot Kediri berupaya menjaga agar tidak memberlakukan PSBB, kalau teman-teman warung kopi komitmen, kita bisa mencegah ledakan pasien covid-19 bersama-sama,” jelas Mas Abu.

“Untuk jam operasional, kalaupun mau buka siang selama bulan puasa silahkan, tapi tetap dibungkus saja, dan saya minta warungnya ditutup tirai. Jam malam tetap diberlakukan, jangan sampai buka hingga larut malam atau maksimal jam 22.00 WIB,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, Forum Warung Kopi Kediri memahami solusi dari Walikota Kediri. Forum sepakat untuk mentaati edaran Pemerintah Kota Kediri yang membatasi operasional warung kopi, cafe, restoran dan tempat hiburan.

“Secara ekonomi memang berat, saya sangat paham, karena hampir semua sektor usaha merasakan musibah ini. Tapi jika kita komitmen untuk menjaga agar Kota Kediri ini bisa tidak terjadi ledakan pandemi corona, kita bisa melewati ini semua lebih cepat. Dan saya berjanji pasca ini semua, kita akan maksimalkan dalam menggerakkan ekonomi agar kembali pulih seperti sedia kala,” janji Mas Abu menutup pertemuan tersebut