Wali Kota Kediri Abu Bakar Minta Maaf karena Hapus Dana Prodamas Rp 144 M Demi Lawan Covid-19

Kediri Dalam Berita | 18/04/2020

Surya

zoom-inlihat fotowali-kota-kediri-abdullah-abu-bakar-melakukan-langkah-berani.jpg
Surabaya.Tribunnews.com/Didik Mashudi
Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melakukan langkah berani dengan menghapus Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) 2020.
 
 
 

 



 

SURYA.co.id | KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar melakukan langkah berani dengan menghapus Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) 2020. Dana Prodamas 2020 sebesar Rp 144 miliar dialihkan untuk menyelamatkan Kota Kediri dari bencana pandemi virus Corona atau Covid-19.

Tahun ini anggaran Prodamas rencananya akan diberikan Rp 100 juta per RT per tahun. Jumlah ini meningkat dibandingkan periode sebelumnya Rp 50 juta per RT per tahun.

Total anggaran Prodamas 2020 mencapai Rp 144 miliar, semuanya akan dialihkan untuk penanganan Covid-19 di Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar menyebutkan, dihapusnya Prodamas 2020 merupakan keputusan yang berat, karena merupakan salah satu janji kampanyenya.

"Yang kita hapus hanya Prodamas 2020, untuk selanjutnya tetap akan dilaksanakan mulai 2021," ungkap Abdullah Abu Bakar dalam penjelasannya, Jumat (17/4/2020).

Dijelaskan, penanganan Covid-19 tidak hanya pencegahan, tapi juga bicara tentang jaring pengaman sosial bagi warga terdampak. Termasuk masa-masa recovery nanti setelah pandemik ini selesai.

"Kota Kediri seperti kota-kota lain dan juga negara Indonesia mengalami masalah yang sama. Kita harus mengeluarkan anggaran besar untuk menangani masalah ini, tapi di sisi lain pendapatan juga turun drastis," jelasnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpukul karena sektor usaha lesu, pusat perbelanjaan, restoran, cafe, wisata, hiburan, hotel dan event tidak berjalan, padahal dari kegiatan itu Pemkot Kediri mendapatkan pemasukan pajak.

Sementara dana perimbangan atau dana transfer dari pemerintah pusat juga angkanya turun, seperti Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Insentif Daerah, semua berkurang.

"Sementara kita harus menggerakkan ekonomi masyarakat. Penanganan Corona tidak hanya persoalan beli APD, atau mengobati yang sakit. Tapi juga memberi makan warga yang kelaparan," tegasnya.

Wali Kota berharap semua elemen masyarakat mendukung.

"Saya meminta maaf Prodamas 2020 dihapus, ini langkah agar kita selamat dari musibah ini. Covid-19 ini sudah ditetapkan sebagai bencana nasional, pemerintah harus mengedepankan penanganan ini," pungkasnya