Walikota Kediri Hapus Prodamas 2020 Dialihkan untuk Penanganan Pandemi Corona

Kediri Dalam Berita | 18/04/2020

Abdullah Abu Bakar, Walikota Kediri (foto: istimewa)

AGTVnews.com – Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar menghapus Program Pemberdayaan Masyarakat (Prodamas) tahun 2020 demi menyelamatkan Kota Kediri dari bencana pandemi corona.

Langkah tidak populis terpaksa diambil Walikota Kediri karena kebutuhan anggaran untuk penanganan Covid-19 sangat mendesak. Dengan pengalihan ini, Pemkot Kediri memiliki anggaran sedikitnya Rp 144 miliar untuk dialihkan menangani wabah Covid-19.

“Ini tentunya keputusan berat, karena ini janji kampanye saya. Namun yang kita hapus hanya tahun 2020 ini, untuk selanjutnya tetap akan dilaksanakan mulai 2021”, tegas Abdullah Abu Bakar dalam siaran pers, Jumat (17/4/2020).

Menurut Mas Abu, penanganan Covid-19 ini tidak hanya pencegahan, tapi juga jaring pengaman sosial bagi warga terdampak. Serta masa-masa recovery nanti setelah pandemik ini selesai.

 

“Kota Kediri seperti kota-kota lain dan juga tentunya negara Indonesia mengalami masalah yang sama, kita harus mengeluarkan anggaran besar untuk menangani masalah ini, tapi di sisi lain pendapatan juga turun drastis,” jelasnya.

Pendapatan Asli Daerah (PAD) terpukul karena sektor usaha lesu. Pusat perbelanjaan, restoran, cafe, wisata, hiburan, hotel dan event tidak berjalan. Padahal sektor tersebut menyumbang pajak daerah.

Tragisnya lagi, dana perimbangan atau dana transfer dari pemerintah pusat juga angkanya turun. Seperti Dana Bagi Hasil, Dana Alokasi Umum, Dana Alokasi Khusus, dan Dana Insentif Daerah.

 

“Penanganan Corona tidak hanya persoalan beli APD atau mengobati yang sakit. Tapi juga memberi makan warga yang kelaparan dan menggerakkan ekonomi,” tegas Mas Abu.

Diakhir rilisnya, Mas Abu memohon maaf kepada masyarakat Kota Kediri terpaksa menghapus anggaran Prodamas 2020. Anggaran Prodamas sendiri rencananya akan diberikan Rp 100 juta per RT per tahun, setelah pada periode sebelumnya Rp 50 juta per RT per tahun.