Cara Warga Kediri Lawan Corona Berbagi Sayuran kepada Orang yang sedang Isolasi

Kediri Dalam Berita | 17/04/2020

Cara Warga Kediri Lawan Corona, Berbagi Sayuran kepada Orang yang sedang IsolasiWarga Kediri berbagi sayuran kepada warga yang sedang isolasi. ©2020 Merdeka.com

Merdeka.com - Banyak cara yang bisa digunakan untuk melawan pandemi virus corona. Salah satunya dengan aksi membantu mencukupi kebutuhan warga yang sedang menjalani isolasi mandiri.

Seperti di Kota Kediri, Jawa Timur. Komunitas Hidroponik Kota Kediri (Kohikari) membagikan sayuran kepada warga yang sedang menjalani isolasi mandiri, termasuk di Perumahan Wilis. Lokasi ini ditetapkan sebagai zona merah setelah ada yang positif corona. Warga di perumahan tersebut kini menjalani isolasi mandiri.

"Kami menyumbang ke Perum Wilis, Kelurahan Balowerti, dan Kelurahan Bujel tepatnya warga RT yang melalukan isolasi mandiri pasca ada penetapan warga yang positif corona. Karena mereka diisolasi dan tidak bisa ke mana-mana hingga 14 hari ke depan," kata Bendahara Kohikari Haryanto, Rabu (15/4).

Perumahan Wilis termasuk dalam Kelurahan Pojok. Berdasarkan informasi yang dihimpun hingga Jumat (17/4), di Kelurahan Pojok terdapat delapan warga dengan status orang dalam risiko (ODR), empat orang dalam pemantauan (ODP), dua pasien dalam pengawasan (PDP) dan positif corona ada tiga orang.

Sumbangan ke wilayah yang melakukan isolasi mandiri ini diharapkan membantu meringankan beban dan bisa mencukupi nutrisi, menyuplai kebutuhan vitamin dan mineral warga.

Bantuan berupa pakcoy, samhong, pagoda, sawi dan 60-an buah mentimun dengan jumlah total sekitar 70 pak. Selain sayuran, juga ditambah lauk berupa tahu. "Kami hanya ingin meringan beban korban dampak virus corona dan ingin berbagi dari hasil tanam hidroponik," tambah Haryanto.

Kasie Kesra Kelurahan Bujel Khoirudin mengatakan sumbangan sayuran sangat membantu warga selama menjalani isolasi mandiri. "Atas nama warga, kamu mengucapkan terima kasih dan ini sangat membantu warga yang melakukan isolasi," tegasnya.

Komunitas hidroponik di Kota Kediri ini awalnya komunitas hobi yang kemudian menjadi bisnis dan berproduksi. Menurut Haryanto, total anggotanya kurang lebih 100 orang. Hanya sampai saat ini, belum semua yang menanam sampai produksi. Kebanyakan masih belajar untuk bertanam, dan kini beberapa sayuran masih remaja sehingga belum bisa dipanen.

"Kalau nanti sudah panen lagi, Insya Allah kegiatan ini berlanjut. Kami hanya mendoakan semoga virus corona segera berakhir," harap Haryanto.

Meski beberapa bisnis lesu karena dampak pandemik corona, untuk bisnis sayuran hidroponik relatif tidak mengalami perubahan. Produksi masih terus jalan dan permintaan tidak turun. Dari petani hidroponik ini, ada orang yang mengambil dan disetor ke restoran. Lainnya banyak hasil panen untuk memenuhi kebutuhan anggotanya sendiri.