Pembangunan Bandara Internasional Kediri dalam Tahap Konstruksi

Kediri Dalam Berita | 17/04/2020

Pembangunan Bandara Internasional Kediri dalam Tahap KonstruksiBandara Kediri. ©2020 Merdeka.com/airmagz.com

Merdeka.com - Pembangunan Bandara Internasional Kediri saat ini dalam tahap pembebasan lahan. PT Gudang Garam sebagai pihak pemrakarsa proyek bandara, telah membebaskan lahan seluas 229,5 hektare dari total kebutuhan 231 hektare pada tahap pertama. Selanjutnya, pekerjaan konstruksi bisa dimulai tahun 2020.

"Sekarang mulai pengerjaan persiapan lahan dengan prosedur keamanan corona, kami terus mengerjakan persiapan bandara. Selain itu, kami PT Gudang Garam juga membuat masker massal," kata Istata Taswin Siddharta, Direktur PT Gudang Garam Tbk dalam sambutan video conference bersama pemerintah, Rabu (15/4).

Rapat secara online tersebut dipimpin Menteri Koordinator Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan. Diikuti Jajaran Muspida Kota dan Kabupaten Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengikuti video conference di Command Center, Kapolresta Kediri.

Konferensi ini juga dihadiri para pemangku kebijakan antara lain Setneg Pramono Anung, Menteri PUPR Basoeki Hadimoeljono, Menteri Agraria dan Tata Ruang Sofyan Djalil, Dirjen Perhubungan Udara Novi Riyanto, Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa, Bupati Kediri Haryanti Sutrisno dan instansi terkait.

"Saya bahagia akhirnya Kediri bisa memiliki bandara. Dulu kami bersama kepala daerah lain memang pernah mengajukan ke pemerintah pusat soal pembangunan bandara, alhamdulillah justru PT Gudang Garam malah mau membangun dengan pendanaan sendiri, jadi hari ini mimpi kami ada bandara terwujud. Semoga tidak ada kendala pembangunan hingga kelak bisa beroperasi" kata Abu Bakar.

Sementara itu, Gubernur Jawa Timur Khofifah mengatakan bahwa pembangunan Bandara Kediri ini dalam rangka untuk mencapai kesetaraan kesejahteraan utara dan selatan.

Untuk wilayah Jawa Timur bagian utara sudah maju, sementara itu wilayah selatan membutuhkan banyak akses. Akses transportasi dan konektivitas melalui udara yang akan terlaksana dari pembangunan bandara ini diharapkan akan memajukan perekonomian daerah selatan.

"Saya berharap Gudang Garam mengadakan profesional training untuk menjalankan operasional bandara nanti dan milenial Kabupaten dan Kota Kediri mendapat prioritas kesempatan tersebut. Selain itu, UMKM mendisplai karyanya," kata Khofifah.

Di sisi lain, Dirjen Perhubungan Udara Novi Riyanto memaparkan data bahwa Kota Kediri merupakan penyumbang Produk Domestik Bruto (PDB) terbesar ke-5 di Jawa Timur, dan Kabupaten Kediri juga menyumbang komoditas pertanian yang tidak sedikit.

Pertumbuhan produksi pergerakan pesawat pada tahun 2018-2019 sebesar 19 persen, masih jauh di bawah di tingkat nasional yaitu 37 persen, sehingga kebutuhan bandara nasional sangat diperlukan.

"Saya bangga kota kelahiran saya akan memiliki bandara," kata Pramono Anung.

Pada awalnya, ia pernah merintis proyek bandara ini dengan Bupati Kediri Sutrisno namun gagal terlaksana. Kini Gudang Garam memprakarsai melalui KPBU (Kerja sama Pemerintah dengan Badan Usaha) dalam penyediaan infrastruktur.

Sedangkan Luhut mengaku sudah melihat desain bandara. "Saya sudah lihat desainnya, ini bandara paten desainnya, keren. Dengan jumlah penduduk 40 juta jiwa, nanti bandara di Kediri berstatus internasional," tegas Luhut.