Ilustrasi orang sehat. ©2020 Merdeka.com/liputan6.comMerdeka.com - Perempuan warga Kediri, Jawa Timur yang pernah menjadi pasien positif COVID-19 menceritakan kronologi awal ketika mengalami gejala sakit hingga berhasil sembuh dari infeksi virus Corona jenis baru. Cerita itu disampaikan ketika dirinya melakukan komunikasi daring dengan Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar pada Selasa, (14/4).
Wali Kota Kediri dan pasien #KediriKota02 itu menjalin komunikasi menggunakan aplikasi video conference Zoom, sebagaimana dikutip dari Antara.

2020 Merdeka.com/klikdokter.com
Dalam kesempatan itu, pasien #KediriKota02 menceritakan bahwa ketika ia pertama kali terinfeksi virus Corona jenis baru, belum ada imbauan orang sehat harus mengenakan masker. Ia juga menceritakan kemungkinannya tertular COVID-19 dari pembawa virus tanpa gejala.
Dikutip dari Antara, rute perjalanan sehari-hari pasien #KediriKota02 ini hanya dari rumah ke kantor dan sebaliknya. Ia jarang singgah ke tempat lain, apalagi pusat keramaian. Selain itu, ia mengaku tidak mempunyai riwayat bepergian ke daerah terjangkit virus Corona jenis baru.

2020 Merdeka.com/rumahhokie.com
Pasien #KediriKota02 sempat mengalami demam lebih dari 38 derajat celcius. Hari pertama ketika mengalami demam, ia melakukukan isolasi diri dan menjauh dari keluarga. Padahal ia memiliki bayi yang baru berusia 11 bulan.
Ia juga mengonsumsi obat penurun panas, namun suhu badannya tetap tinggi bahkan mencapai 39 derajat celcius. Akhirnya, pada hari kedua, ia berobat ke dokter dan mengadakan tes laboratorium.
Pada hari keempat, ia kembali periksa ke dokter dan melakukan tes laboratorium kedua. Kali ini, ia mengalami gejala tambahan yakni batuk kering.

Shutterstock/sfam_photo
Dikarenakan sakit yang diderita serupa dengan gejala COVID-19, ia akhirnya dirawat di RSUD Simpang Lima Gumul (SLG) Kabupaten Kediri. Ketika menjalani proses perawatan itu batuknya semakin parah hingga sesak napas. Guna membantu kelancaran pernapasan, pihak medis memasang selang oksigen pada pasien.
Setelah kondisi tubuhnya membaik, giliran lidahnya seperti mati rasa. Setiap makanan yang masuk ke mulut tidak ada rasanya. Disebabkan oleh sakit yang dideritanya, pasien menjalani perawatan di rumah sakit selama 18 hari lamanya.

Ruang isolasi
Dikutip dari Antara, pasien mengaku sedih karena tidak seorang pun diperbolehkan untuk menjenguknya, termasuk keluarga. Sejak dinyatakan positif terjangkit COVID-19 menjelang akhir Maret 2020, pasien #KediriKota02 sempat mengalami kesedihan mendalam.
Namun, berkat dukungan dari pihak keluarga dan tim medis yang merawat, ia kemudian menjadi optimis bisa sembuh dari COVID-19. Hal itu terbukti di kemudian hari. Pasien #KediriKota02 telah menerima hasil tes swab pada Minggu (12/4) dan dinyatakan negatif COVID-19 alias sudah sembuh.

2020 Merdeka.com/shutterstock
Dalam video conference, pasien #KediriKota02 memberikan suntikan semangat kepada pasien postif COVID-19 yang belum sembuh. Ia menyarankan supaya para pasien positif COVID-19 tetap semangat dan tidak stres.
Ia juga menyarankan supaya para pasien mengikuti anjuran dokter, mulai dari menggunakan masker, rajin mencuci tangan, menjaga jarak sosial, hingga menjalankan pola hidup sehat. Selain itu, menurutnya para pasien positif COVID-19 juga harus menghindari melihat berita yang tidak perlu mengenai Corona. Berita-berita itu bisa berdampak buruk bagi proses penyembuhan pasien misalnya karena menyebabkan kekhawatiran hingga stres.

2018 www.pixabay.com
Dikutip dari Antara, Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar memberikan apresiasi kepada masyarakat Kota Kediri. Terutama kepada masyarakat di Kelurahan Balowerti yang notabene dekat dengan tempat tinggal pasien positif COVID-19 yang kini dinyatakan sudah sembuh. Mereka terus mendukung kesembuhan anggota masyarakatnya yang dinyatakan positif COVID-19.
Sementara itu, sampai berita ini ditulis, di Kota Kediri ada 1.151 orang yang dinyatakan berstatus Orang dalam Risiko (ORD). Sebanyak 160 orang berstatus Orang dalam Pemantauan (ODP), dan 6 Pasien dalam Pengawasan (PDP). Sedangkan yang terkonfirmasi positif COVID-19 ada 6 orang dengan rincian 4 orang masih menjalani perawatan medis dan 2 orang sudah dinyatakan sembuh.