Ada 2 Tambahan PDP di Kota Kediri

Kediri Dalam Berita | 15/04/2020

 

Kediri, koranmemo.com – Hasil pemeriksaan dan tracing (penelurusan) Tim Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, sementara ini jumlah warga dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) bertambah menjadi 6 orang. Sebelumnya, di Kota Kediri ada 4 orang dengan status PDP, dan jumlah tersebut bertambah lagi 2 orang.

Menurut Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri, dr. Fauzan Adima, dua PDP tersebut satu dari hasil tracing dan satu lainnya dari Rumah Sakit (RS) Iskak, Tulungagung yang saat ini berada di rumah karena sudah diperbolehkan pulang dari pihak RS. Meskipun sudah diperbolehkan pulang, namun pasien tersebut terus dalam pengawasan.

Untuk satu warga dengan status PDP, masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Gambiran. “Masih dalam perawatan, namun hasil tes masih belum keluar. Kami harap, hasilnya negatif. Tapi, kami tetap berusaha untuk memberikan perawatan medis sebaik mungkin, terlebih lagi mengenai sistem imun (kekebalan tubuh),” ujarnya, Selasa (14/4).

 

Selain pasien status PDP, lanjutnya, di RSUD Gambiran juga merawat dua warga dengan status terkonfirmasi Covid-19. Kedua pasien mendapat perawatan intensif di ruang isolasi, mereka mendapat perawatan setelah Walikota Kediri, Abdullah Abu Bakar mengumumkan penambahan jumlah warga yang terkonfirmasi Covid-19 melalui akun media sosial (medsos).

Di RSUD Gambiran, kata dr. Fauzan, sementara ini merawat 15 pasien, mulai status Orang Dalam Pemantauan (ODP), PDP, dan Konfirmasi Covid-19. “Untuk yang berstatus ODR ada 10 pasien, ini terdiri dari warga Kota dan Kabupaten Kediri. Untuk PDP, ada tiga dan dua lainnya dari Kabupaten Kediri,” tuturnya.

Sementara itu, dari pantauan Koranmemo.com di perbatasan antara Kelurahan Bujel dan Kelurahan Ngampel, warga melakukan pemblokiran jalan. Pemblokiran jalan ini diharapkan tidak ada warga yang masuk atau keluar dari wilayah Kelurahan Bujel. Bahkan, jika ada warga yang ingin melintas, warga sekitar memberikan rambu-rambu dan penunjuk jalan sebagai jalan alternatif.