Kediri, koranmemo.com – Warga kembali dihebohkan dengan beredarnya video yang menggambarkan petugas gabungan, TNI-Polri dan Dinas Kesehatan (Dinkes) menggunakan alat pelindung diri (APD) mendatangi salah satu rumah warga di Kelurahan Banjaran, Kecamatan/Kota Kediri, Minggu (12/4). Namun, Kepala Dinkes Kota Kediri, dr. Fauzan Adima mengatakan bahwa kegiatan tersebut bukan penjemputan salah satu pasien corona.
Menurut dr. Fauzan, yang juga sebagai Juru Bicara (Jubir) Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri, petugas medis mendatangi salah satu rumah warga untuk melakukan pemeriksaan lebih lanjut. “Hanya pemeriksaan, karena yang bersangkutan sempat dirawat di Rumah Sakit (RS) dr. Iskak, Kabupaten Tulungagung,” ujarnya.
Dokter Fauzan menjelaskan, pasien tersebut sebelumnya dirawat di RS dr. Iskak karena mengalami gejala layaknya Covid-19, dan dirawat sejak 22 Maret lalu. Namun, pada Sabtu (11/4) malam, pasien dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) diperbolehkan pulang ke rumah. Karena, kondisi secara medis sudah membaik.
Mengapa petugas menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) lengkap, kata dr. Fauzan, karena pasien berstatus PDP dan bagaimanapun saat ini penanganan tetap memperhatikan protokol dan standar operasional prosedur (SOP) kesehatan. “Sebenarnya seperti kegiatan home care biasanya, tapi karena ada pandemi ini (Covid-19) akhirnya petugas mengenakan APD lengkap,” jelasnya.
Perlu diketahui, salah satu pasien tersebut berjenis kelamin laki-laki dan berusia kurang lebih 80 tahun. Selama mendapatkan perawatan, yang bersangkutan juga mempunyai riwayat penyakit lainnya. “Kalau dari pemeriksaan, ada stroke juga. Nantinya, keluarga tetap melakukan isolasi mandiri. Sementara, keluarga akan merawat, karena kondisi pasien juga sudah sepuh (tua),” katanya.
Meskipun demikian, lanjutnya, jika keluarga mengalami kesulitan dan ada perubahan kondisi yang bersangkutan, maka petugas medis siap melakukan penanganan lebih lanjut, baik kunjungan rutin maupun evakuasi ke Rumah Sakit.
“Kami tetap memantau, yang pasti kami siap. Sementara ini, pasien dinilai sudah sembuh secara medis oleh RS dr. Iskak, tapi kami terus berkoordinasi terutama untuk mengetahui hasil swab test terakhir. Karena, hasil tes belum keluar sehingga belum bisa menyatakan apakah pasien tersebut negatif atau positif Covid-19,” pungkasnya.

