Masuk Kota Kediri Pendatang Harus Siap Jalani Observasi

Kediri Dalam Berita | 13/04/2020

Masuk Kota Kediri, Pendatang Harus Siap Jalani ObservasiRuang observasi PSDKU Polinema Kediri (FOTO: Istimewa)

TIMESINDONESIA, KEDIRI – Pemerintah Kota Kediri memperketat akses masuk ke wilayahnya sebagai upaya mencegah penyebaran virus Corona atau Covid-19. Siapapun yang masuk wilayah Kediri dari luar kota akan menjalani pemeriksaan ketat hingga melalui observasi tenaga kesehatan di PSDKU Polinema Kediri Kampus 1.

Semua penumpang yang turun dari kereta dan bus, kami lakukan observasi di sini,” kata Nur Khamid, Ketua Tim Terpadu Penanganan Observasi Covid-19, Sabtu (11/4/2020).

Petugas gabungan Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan TNI/Polri menjaga Terminal Tamanan dan Stasiun Kediri untuk mengawasi penumpang yang datang dari luar kota. 

Datang ke ruang observasi, penumpang masuk ke bilik sterilisasi kemudian diarahkan petugas untuk cuci tangan. Setelah cuci tangan, masuk ke ruang pemeriksaan. Di sana sudah ada petugas berbaju APD yang akan mencatat dan memeriksa kondisi penumpang. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, gejala, dan riwayat perjalanan. 

Setelah selesai, penumpang akan masuk ke ruang observasi. Menurut Nur Khamid, penumpang akan tinggal di sini selama 1 hari hingga 14 hari sambil menunggu perkembangan. Bila tidak ada gejala dan sehat, bisa melanjutkan perjalanan. Bila ada gejala misalnya demam, batuk, dan tenggorokan sakit akan dirujuk ke Puskesmas dengan diantar mobil petugas. 

“Kalau ada keperluan sangat penting dan kondisi sehat, penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan surat keterangan,” tambah Ruqiyati, Kasi Pelaksanaan Kegiatan Observasi. 

Selama di ruang observasi, petugas menyediakan makanan tiga kali sehari dan juga ruang istirahat ber-AC. Satu ruang terdiri dari 8 orang dengan matras tidur yang tebal dan sprei yang selalu diganti. Total ruang yang tersedia sebanyak 11 ruang.

Sejak ruang observasi ini dibuka pada 3 April 2020 sudah mengobservasi 500-an orang. Penumpang tak hanya dari kereta dan bis, tapi juga yang mengendarai kendaraan pribadi. Mereka dengan kesadaran sendiri datang ke ruang observasi untuk memeriksakan diri.

Hal menggembirakan selain tumbuhnya kesadaraan, juga tumbuhnya solidaritas warga baik perorangan maupun pengusaha. Baru-baru ini, Ruang Observasi menerima sumbangan 10 lembar matras lengkap dengan sprei dan bantal dari Paradiso, gerai mebel di Kota Kediri.

Selain itu, warga juga menyumbang sebagai bentuk kepedulian untuk pencegahan penyebaran Covid-19 melalui Satpol PP. Sumbangannya beragam, mulai dari makanan hingga sabun untuk cuci tangan