penumpang diperiksa kondisi tubuhnya oleh petugas yang memakai APD. (foto : istimewa)
AGTVnews.com – Pemerintah Kota Kediri melakukan usaha keras untuk menekan penyebaran Covid-19 di wilayahnya. Setiap warga yang datang dari luar wilayah harus menjalani prosedur yang sudah ditetapkan.
Ketua Tim Terpadu Penanganan Observasi Covid-19 Kota Kediri, Nur Khamid, mengatakan, semua penumpang yang turun dari kereta dan bus harus menjalani observasi terlebih dahulu. Observasi ini dilakukan di PSDKU Polinema Kediri Kampus 1.
Penumpang yang datang di stasiun maupun terminal Kota kediri akan diawasai oleh petugas gabungan dari Satpol PP, Dishub, Dinkes, dan TNI/Polri.
“Penumpang yang datang di Kota Kediri, datang ke Ruang Observasi, kemudian masuk ke bilik sterilisasi. Setelahnya akan diarahkan petugas untuk cuci tangan,” jelas Nur Khamid.
Dikatakan Nur Khamid, setelah cuci tangan, penumpang masuk ke ruang pemeriksaan. Di tempat ini sudah ada petugas berbaju APD yang akan mencatat dan memeriksa kondisi penumpang. Pemeriksaan meliputi suhu tubuh, gejala, dan riwayat perjalanan.
penumpang kereta api yang tertahan di ruang observasi. (foto : istimewa)
Sementara itu, Ruqiyati, Kasi Pelaksanaan Kegiatan Observasi menambahkan Setelah diperiksa, penumpang akan masuk ke ruang observasi. Penumpang akan tinggal di sini selama 1 hingga 14 hari sambil menunggu perkembangan.
Bila tidak ada gejala dan sehat, bisa melanjutkan perjalanan. Bila ada gejala misalnya demam, batuk, dan tenggorokan sakit akan dirujuk ke Puskesmas dengan diantar mobil petugas.
“Kalau ada keperluan sangat penting dan kondisi sehat, penumpang bisa melanjutkan perjalanan dengan surat keterangan,” ucapnya.
Sementara itu, menurut salah satu penumpang kereta api yang sempat tertahan di ruang observasi, Novianti, dirinya terpaksa harus berada di ruang observasi karena baru saja datang dari Surabaya.
Wanita 38 tahun, warga Kelurahan Balowerti, Kecamatan Kota itu harus menunda perjalananan selama setengah hari demi menjalani prosedur yang sudah ditetapkan.
Sebetulnya ia hanya bepergian dari Surabaya menjeguk anaknya. Ia berangkat dari Surabaya ke Kota Kediri dengan kereta api Dhoho pagi, Sabtu (11/4/2020). Setibanya di stasiun, dirinya harus rela dibawa ke ruang observasi dan tertahan untuk beberapa jam.
Novianti menempati satu ruang dengan Hanifah (40 tahun), warga Tulungagung yang akan berkunjung ke Kota Kediri. Sebetulnya Hanifah hanya berkunjung sehari saja dan rencananya tidak menginap. Namun Hanifah pun harus menjalani obervasi.
Selama di Ruang Observasi, petugas menyediakan makanan tiga kali sehari dan juga ruang istirahat ber-AC. Satu ruang terdiri dari 8 orang dengan matras tidur yang tebal dan sprei yang selalu diganti. Total ruang yang tersedia sebanyak 11 ruang.
Diketahui, sejak Ruang Observasi ini dibuka pada 3 April 2020 sudah mengobservasi sekitar 500-an orang. Penumpang tak hanya dari kereta dan bis saja. Melainkan juga warga yang mengendarai kendaraan pribadi. Mereka dengan kesadaran sendiri datang ke Ruang Observasi untuk memeriksakan diri.
Bantuan dari warga terus berdatangan untuk ruang observasi ini. Sebelumnya sebuah gerai mebel di Kota Kediri menyumbang 10 lembar matras lengkap dengan sprei dan bantal.
Tidak hanya itu, sumbangan warga lain berupa makanan dan sabun cuci pun disampaikan warga melalui Satpol PP Kota Kediri.
