Respons Pelatih Persik Kediri terkait Usulan Menunda Kompetisi Liga 1 2020 akibat Pandemi Covid-19

Kediri Dalam Berita | 09/04/2020

Surya

Respons Pelatih Persik Kediri terkait Usulan Menunda Kompetisi Liga 1 2020 akibat Pandemi Covid-19
 
surya.co.id/sugiharto
 
Pelatih Persik Kediri Joko Susilo saat di Stadion Gelora Bangkalan. 


 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

SURYA.co.id | SURABAYA - Pelatih Persik Kediri Joko Susilo angkat bicara terkait sejumlah petinggi klub Liga 1 mengusulkan untuk menunda Liga 1 2020 akibat wabah Covid-19.

Dua petinggi klub yang mengusulkan kompoetisi Liga 1 2020 ditunda adalah Madura United dan Persela Lamongan.

Disampaikan Joko Susilo, jika pandemi Covid-19 selesai bulan Juni, sesuai batas waktu ditundanya kompetisi Liga 1, masih sangat mungkin untuk kembali melanjutkan Liga 1 2020.

"Kalau memang benar-benar sudah bisa kami start (bulan Juli) saya pikir sudah bisa kami lakukan, masih memungkinkan," terang pelatih akrab disapa Gethuk itu, Rabu (8/4/2020).

Gethuk juga tidak terlalu khawatir, jika saja Juli kembali digelar, dimana sangat berpotensi akan selesai awal tahun 2021.

Atau lintas tahun dari musim-musim sebelumnya karena kompetisi masih menyisakan 31 laga lagi masing-masing klub.

Sebab, ia sampaikan, pandemi Covid-19 sifatnya mendunia, termasuk juga banyak negara kompetisinya berhenti akibat wabah tersebut.

"Karena wabah (Covid-19) sifatnya dunia, nanti pasti akan ada petunjuk dari FIFA juga AFC, kemudian PSSI masalah kompetisi ini akan mengacu ke situ, pasti saya yakin itu," tegasnya.

"Makanya saya tidak terlalu risau, karena wabah ini mendunia, jadi keputusan akan berbasis pada federrasi FIFA atau AFC," tambahnya.

Sebelumnya, PSSI menunda sementara Liga 1 dan 2 hingga 29 Mei akibat pandemi Covid-19 yang belakangan semakin meluas.

Dalam surat keputusan itupula, PSSI membuka opsi menunda kompetisi hingga tahun depan jika pemerintah memperpanjang masa darurat Covid-19 melebihi 29 Mei.

Jika saja PSSI tak melanjutkan kompetisi Liga 1 2020, Gethuk berharap masih ada aktivitas sepakbola, apapun bentuknya.

"Kalau saya yang jelas ada aktivitas sepakbola, apapun bentuknya. Tentu kami harus mengacu pada perkembangan Covid-19," kata mantan pelatih Arema itu.

"Yang jelas secepat mungkin kami beraktivitas lagi lebih bagus, apapun itu bentuknya, sebagai seorang profesional, kami mengharapkan itu," pungkas Gethuk.