Media Center Covid-19 Pemkot Kediri. (Foto: Ist)
Media Center Covid-19 Pemkot Kediri. (Foto: Ist)

Usai menyampaikan beberapa hal terkait perkembangan dan penanganan Covid-19 di Kota Kediri. Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar juga membuka pertanyaan bagi awak media. Berbagai pertanyaan dan masukan pun diterima oleh Walikota Kediri pada video conference kemarin, Senin (30/03) Malam.

Seperti Hari dari Tempo yang mengapresiasi langkah Pemerintah Kota Kediri yang melakukan karantina wilayah. Dalam kesempatan ini Hari juga menanyakan ada berapa kepala keluarga (KK) yang terdampak karantina wilayah, apa saja evaluasi dari pemberian paket sembako hari ini dan apa saja yang dilakukan warga selama masa karantina.

Kemudian apakah Kota Kediri akan mengambil kebijakan seperti Kabupaten Trenggalek yang membatasi akses masuk wilayah Trenggalek dan menjadi hanya 3 jalur serta adanya pengetatan.

Menanggapi hal tersebut, Mas Abu mengungkapkan bahwa terdapat 125 KK yang terdampak. Untuk pembagian paket sembako akan terus dilakukan evaluasi dan menghitung gizinya agar dapat mempertahankan imun tubuh. Paketnya ada beras premium, telur, kecap, minyak goreng dan buah.

"Mereka mengisolasi diri dan mereka ada sistem kurir.  Seperti sampah diambil 3 hari sekali kalau mereka ingin membeli gas atau makanan tambahan mereka pakai kurir. Pemberiannya pun tadi juga diletakkan. Tidak sampai bersentuhan," ujarnya.

Sementara untuk pembatasan akses, Pemerintah Kota Kediri belum mengambil langkah tersebut. Dikhawatirkan bila dilakukan _lockdown_ ketersediaan bahan pokok, energi, dan lainnya akan terganggu.

"Kita hanya bisa melakukan karantina wilayah paling tinggi kecamatan. Dengan catatan kita tidak boleh menutup jalan-jalan utama karena itu jalur distribusi ke daerah-daerah lain. Yang kita tekankan masyarakat tetap berada di rumah saja. Jadi tidak ada transmisi lokal," ujarnya.

Kepada awak media, Mas Abu mengajak agar bersama-sama dengan Pemerintah Kota Kediri untuk memberikan edukasi kepada masyarakat melalui berita yang dibuat. Agar nantinya masyarakat semakin memahami apa saja yang harus dilakukan dalam memutus penyebaran virus corona. "Ini adalah masalah serius dan obatnya pun belum ada. Tolong saya dibantu untuk mengedukasi masyarakat dan menangkal berita _hoax_ . Jadi agar semuanya _nggak_ ditelan mentah-mentah," pungkasnya.

Terakhir, Mas Abu mengucapkan terima kasih kepada seluruh awak media dan saling mendoakan.

"Saya doakan teman-teman selalu sehat dan _keep distancing_ . Saya tahu teman-teman wartawan ini juga garda terdepan masih sering ke lapangan tolong jaga diri. Pakai masker kalau kehabisan pakai masker kain. Saya harap kalau bisa jangan pakai masker medis. Biar digunakan paramedis yang berjuang," ungkapnya.