Suasana pembatasan wilayah di Perumahan Permata Jingga Kelurahan Tinalan Kota Kediri. Sebanyak 120 warga di perumahan ini diisolasi karena satu tokoh masyarakat positif Covid-19. (foto: istimewa)
AGTVnews.com – Pemerintah Kota Kediri melakukan local lockdown di Perumahan Permata Jingga Kelurahan Tinalan Kecamatan Pesantren. Pembatasan wilayah dilakukan mulai hari ini, Senin (30/3/2020).
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar, dalam konferensi pers lewat aplikasi daring, Senin (30/3/2020) malam menyatakan, langkah ini terpaksa dilakukan karena satu tokoh masyarakat di perumahan tersebut positif Covid-19.
“Seperti kita ketahui, satu warga perumahan tersebut positif Covid-19. Langkah pembatasan wilayah ini demi memutus penyebaran lokal virus,” jelas Mas Abu.
Dalam kesempatan tersebut, Mas Abu berbagi pengalaman melakukan pembatasan aktifitas warga untuk 120 KK di Perumahan Permata Jingga. “Akses jalan kita tutup total dan kebutuhan dasar kita cukupi,” ucap walikota muda ini.
Karena seluruh warga di satu RT ini dibatasi aktifitasnya, lanjut Mas abu, maka disiapkan satu kurir yang bertugas menjadi jembatan bagi dunia luar. “Ada kurir yang siap memenuhi kebutuhan warga seperti pembelian gas elpiji, galon air mineral, atau keperluan pokok lainnya. Kurir ini menggunakan standar pengamanan.”
Untuk kebutuhan pangan, masing-masing KK diberikan bantuan sembako berupa beras 10 kg, telur 2 kg, buah jeruk, minyak goreng, dan kecap kemasan. Kebutuhan tersebut disiapkan untuk keperluan 14 hari kedepan.
“Untuk sembako ini masih perlu evaluasi. Karena kita harus menghitung juga kebutuhan minimal untuk pemenuhan gizi. Pembatasan wilayah ini karena masih pertama dilakukan jadi perlu evaluasi tiap hari,” lanjutnya.
Diakhir konferensi pers, Walikota berharap warga Kota Kediri untuk patuh terhadap anjuran pemerintah agar membatasi aktifitas di luar rumah.
“Kota Kediri itu lalu lintas orang dan barang sangat tinggi. Penduduknya juga padat, jadi memiliki potensi besar untuk penularan virus. Ayo kita cegah bersama-sama,” pungkasnya.
