Ponpes Lirboyo Kediri. ©2020 Merdeka.comMerdeka.com - Untuk mencegah penyebaran corona, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo Kediri akan memulangkan para santrinya. Hal ini juga sesuai imbauan pemerintah agar masyarakat mengurangi aktivitas di luar rumah. Selain itu, pesantren dan tempat ibadah di Kediri disemprot disinfektan.
Tempat ibadah yang disemprot adalah Masjid Ponpes Lirboyo Kediri, Gereja Getsemani, Masjid Darun Najjah, Bandar Kidul Mojoroto Kota Kediri.
"Selain melakukan penyemprotan, juga melakukan dialog dengan para santri Ponpes Lirboyo yang masih ada di pondok, agar tetap menjaga kebersihan dan kesehatan khususnya harus mentaati phsycal distancing," kata Kapolresta Kediri AKBP Miko Indrayana, Selasa (24/3).
Darurat Covid-19 juga diberlakukan di Pondok Pesantren Lirboyo Kediri. Pondok yang memiliki 23 ribu santri ini per 23 Maret 2020 mengeluarkan maklumat.
Antara lain kegiatan pengajian Al Hikam yang biasanya mengundang seluruh alumni ditiadakan. Munas Himasal ditunda sampai batas waktu yang tidak ditentukan. Pembatasan kunjungan ke pesantren yang didirikan sejak 1910 ini dan mewajibkan santri pulang mulai 04 April 2020.
Seperti keterangan Pengasuh Ponpes Lirboyo KH M Anwar Mansyur dalam Maklumat yang dikeluarkan, bahwa santri yang diharuskan pulang mulai 04 April harus menjaga diri dan mengikuti instruksi dari pemerintah.
Semua santri tidak diperbolehkan kembali ke Pondok sampai 05 Juni 2020. Dan Untuk Ramadan tahun ini, Ponpes Lirboyo tidak menerima santri kilatan Ramdan dari luar pesantren.