Dua Pelajar SMAN 1 Kediri Torehkan Prestasi Dikancah Internasional

Kediri Dalam Berita | 18/07/2018

logo Jatim TIMES

?

Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar ketika menerima Shona dan Aulia di Rumah Dinas Walikota Kediri, Senin (16/07). Foto: (Ist)
Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar ketika menerima Shona dan Aulia di Rumah Dinas Walikota Kediri, Senin (16/07). Foto: (Ist)

JATIMTIMES, KEDIRI – Dua pelajar SMA Negeri 1 Kediri yakni Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina menorehkan prestasi dikancah internasional dengan memperoleh medali silver (perak) dalam ajang International Young Scientist Innovation Exhibition yang diselenggarakan tanggal 9-13 Juli di Malaysia. Dua pelajar yang duduk dibangku kelas XI ini membuat penemuan baru yang diberi nama The Organic Antiseptic Hand Sanitizer Wipes yakni tissu yang dapat menurunkan panas tubuh dan menyerap virus serta bakteri.

Aulia Fidia Syahrina 16 tahun warga Ngronggo kecamatan pesantren kota Kediri dan Shona Fa'iqa Febiastuti 16 tahun, warga Ngadirejo kota Kediri, ini disambut oleh guru dan teman-teman sekolahnya di SMAN 1 kota kediri, saat kegiatan upacara bendera pertama kali masuk dalam KBM. Sebagai bentuk apresiasi Kedua pelajar tersebut mendapatkan gratis satu tahun biaya dar komite sekolah dari SMAN 1.

Tak ayal, prestasi tersebut membuat Walikota Kediri Abdullah Abu Bakar bangga. Hal tersebut diungkapkan walikota yang akrab disapa Mas Abu ini saat menerima Shona dan Aulia di Rumah Dinas Walikota Kediri, Senin (16/7).

Orang nomor satu di Kota Kediri ini senang sekali karena ada remaja di Kota Kediri yang mengikuti ajang internasional seperti ini bahkan menorehkan prestasi sebagai juara kedua ditingkat internasional.

“Sebagai kepala daerah saya senang sekali anak-anak di Kota Kediri dapat menorehkan prestasi yang luar biasa seperti ini,” ujarnya.

Walikota yang akrab disapa Mas Abu ini mengungkapkan dengan mengikuti ajang internasional seperti ini  dapat menaikkan competitiveness dari siswa-siswa.

“Jadi mereka tidak hanya belajar saja namun juga bisa mengimplementasikan. Anak-anak ini belajar biologi dan kimia lalu dapat mengaplikasikannya menjadi produk yang bermanfaat bagi masyarakat bahkan diakui hingga tingkat internasional,” ungkapnya.

Mas Abu berharap kedepan akan bermunculan banyak anak-anak yang mengharumkan nama Kota Kediri ditingkat internasional.

“Semoga ke depan semakin banyak pelajar ataupun mahasiswa di Kota Kediri yang melakukan penelitian bermanfaat untuk masyarakat seperti ini. Kami dari Pemerintah Kota Kediri pastinya akan selalu mendorong dengan anak-anak ini meskipun exhibitionnya jauh pasti akan tetap kita support,” imbuhnya.

Sementara itu, Shona dan Aulia menceritakan penelitian ini berawal dari kecintaan mereka berdua dengan dunia penelitian. Kemudian di SMA Negeri 1 Kediri diberikan wadah bagi siswa-siswi yang menyukai karya ilmiah yang diberi nama OASE.

Shona dan Aulia memanfaatkan bawang merah dan blimbing wuluh sebagai antiseptik pada penelitiannya. Hand Sanitizer Wipes yang dibuatnya pun telah melalui beberapa uji lab bahkan diujikan kepada bakteri dan hasilnya memang bagus. Sehingga hasil penelitian ini berhasil mewakili Indonesia di ajang internasional tersebut.

Terpisah Ketua Paguyuban Alumni SMAN 1 Kediri bidang kewirausahaan Setyohadi ketika dihubungi melalui WA berharap kedepannya pihak terkait segera membantu untuk perijinan, agar segera dapat diaplikasikan untuk bisa produksi dan menghasilkan.

"Saya tirut bangga dengan apa yang diraih adik-adik tersebut. Saya berharap kedepannya sebagai penemu  Shona Fa’iqa Febiastuti dan Aulia Fidia Syahrina segera mempunyai hak paten, dan lebih bisa di apresiasi serta menjadi motifasi bagi anak didik yang lain" tuturnya.