Kediri (ANTARA) - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar berharap agar peserta program Kuliah Kerja Nyata (KKN) dari Universitas Negeri Malang di Kota Kediri, Jawa Timur, bisa berbaur dengan masyarakat sekaligus mengembangkan daerah yang nantinya ditempati. 

"Selamat datang di Kota Kediri kepada mahasiswa dan dosen pembimbing. Sekarang ini banyak anak muda hebat yang mempunyai pemikiran bagus. Kami butuh adik-adik ini untuk berkolaborasi mengembangkan kampung keren yang ada di Kota Kediri," kata Wali Kota Kediri saat menerima kedatangan mahasiswa KKN di Balai Kota Kediri, Kamis.

Ia mengatakan Pemerintah Kota Kediri memang mempunyai program kampung keren dengan harapan dapat mengembangkan perekonomian masyarakat dengan mengangkat potensi dan kearifan lokal. 

Apalagi di Kediri akan berdiri bandar udara dan jalan tol. Masyarakat Kota Kediri harus dapat mengambil multiplier effect-nya

"Jadi kampung keren yang ada ini sudah bagus tinggal dikemas lebih menarik lagi. Saya yakin dengan sentuhan dari adik-adik KKN dan dosen pembimbing kampung keren ini akan lebih bagus lagi. Saya juga minta di KKN ini akan terjadi simbiosis mutualisme untuk saling bertukar ilmu," ujarnya.

Wali Kota berharap agar peserta KKN bisa membaur dengan masyarakat serta menghormati adat istiadat dan kebudayaan masyarakat sekitar. Hal ini penting sebagai bekal untuk menggali data dan informasi yang diperlukan. 

"Jangan sampai terjadi seperti KKN di desa penari. Saya yakin apabila kalian beradaptasi dengan baik beres kuliah akan lebih mudah pada jenjang berikutnya. Selamat menjalankan KKN dan menikmati Kota Kediri," kata dia. 

Program KKN ini merupakan tindak lanjut kerjasama antara Pemerintah Kota Kediri dan Universitas Negeri Malang dalam rangka pendampingan kampung keren.  

Terdapat 10 kampung keren di Kota Kediri, antara lain Kampung Tani Kelurahan Jamsaren, Kampung Winer (Wisata Kuliner) Kelurahan Kampung Dalem, Kampung Pecut Kelurahan Kemasan, Kampung Harmony Betta (Ikan Cupang) Kelurahan Ketami, Kampung Herbal Kelurahan Mojoroto, Kampung Heritage Kelurahan Pakelan, Kampung Seni Kelurahan Ringinanom, Kampung Tahu Kelurahan Tinalan, Kampung Wisata Air Sumber Banteng Kelurahan Tempurejo, dan Kampung Tenun Ikat Kelurahan Bandar Kidul.

Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Kepada Masyarakat (LPPM) Universitas Negeri Malang Markus Diantoro mengatakan program KKN ini harus diikuti mahasiswa sebelum lulus sebagai pengabdian masyarakat. 

Pada tahun 2022 ini pengabdian masyarakat dilakukan di Kampung Keren Kota Kediri. Ada sekitar 100 mahasiswa yang akan KKN di 10 Kampung Keren  Kota Kediri. Program tersebut akan berjalan selama 45 hari ke depan.  Diharapkan kolaborasi dalam KKN ini dapat membawa Kota Kediri lebih baik lagi. 

"Kami berkolaborasi membangun negeri dan khususnya Kota Kediri melalui KKN ini. Kami juga sudah diberitahu mengenai Prodamas Plus dan kampung keren ini. Kampung keren tidak hanya namanya saja nanti akan diwujudkan dalam karya yang keren," ujarnya.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ketua PSW Universitas Negeri Malang Agung Winarno, Kabag Pemerintahan Kota Kediri Paulus Luhur Budi, Camat dan Lurah di Kampung Keren, dan tamu undangan lainnya.