Kediri, koranmemo.com – Biaya pendidikan di Kota Kediri mengalami penurunan dibuktikan dengan deflasi -0,77 persen di kelompok pengeluaran pendidikan dari rilis inflasi Agustus, Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri. Penurunan biaya pendidikan karena masih berlakunya Pembelajaran Jarak Jauh (PJJ) di awal tahun ajaran 2021/2022.
Kepala BPS Kota Kediri, Lilik Wibawati menjelaskan Kota Kediri mengalami deflasi selama 3 bulan berturut-turut. Bulan Juni dan Juli tekanan inflasi dipengaruhi turunnya bahan makanan karena dampak Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).
“Daya beli masyarakat saat itu memang turun sehingga bahan harga bahan makanan merosot karena warga lebih hemat dalam berbelanja. Tapi pada Agustus justru kelompok pengeluaran pendidikan mengalami deflasi cukup tinggi, sebesar -0,77 persen,” katanya.
Menurutnya siklus naik turun biaya pendidikan terjadi pada Agustus, sebab sebelumnya bulan Juli kalender pendidikan nasional sudah memasuki tahun ajaran baru 2021/2022.
Oleh karena pada Agustus orang tua akan mengeluarkan biaya pendidikan meliputi daftar ulang serta peralatan dan perlengkapan sekolah.
Penurunan ini menurutnya adalah imbas dari belajar di rumah atau belajar dari selama pandemi.
“Karena sekarang pandemi, beberapa biaya pendidikan seperti kegiatan ekstrakurikuler, serta fasilitas yang tidak diakses selama pandemi itu ditiadakan. Sehingga biaya sekolah lebih murah,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala SMP Airlangga Kediri, Muhammad Musa menjelaskan, karena tidak ada ulangan tulis, sekolah bisa menghemat biaya pengeluaran kertas.
“Untuk operasional sekolah sekarang lebih murah karena soal dikerjakan secara daring, tidak pernah menggunakan kertas saat ulangan. Pengeluaran siswa justru lebih banyak pada pembelian pulsa,” urainya.
Sejalan dengan itu banyak peserta didik yang masih menunggak biaya pendidikan selama pandemi kemarin. Banyak orang tua terdampak secara ekonomi selama PPKM kemarin belum bisa membayarkan uang SPP tiap bulan ke sekolah.
Selain SMP Airlangga Kediri, penunggakan SPP juga dirasakan oleh SMP PGRI 2 Kediri. Beberapa siswa yang belum membayar dan sekolah tidak bisa melakukan penagihan karena masih belajar di rumah.
“Orang tua mereka meminta keringanan dengan alasan biaya pulsa untuk pembelajaran daring,” kata Kepala SMP PGRI 2, Sri Rejeki kepada koranmemo.com.

