SURYA.CO.ID, KEDIRI - Bersekolah bersama banyak teman merupakan cara menuntut ilmu paling menyenangkan bagi para pelajar. Karena itulah, meski harus menempuh persyaratan seperti menerima vaksinasi anti Covid-19, para siswa jenjang SMP di Kota Kediri begitu antusias saat gelaran vaksinasi di Lapangan Basket SMPN 1 Kota Kediri, Rabu (8/9/2021).
Vaksinasi yang diharapkan membentengi para siswa selama Pembelajaran Tatap Muka (PTM) itu diadakan Pemkot Kediri. Siswa-siswi SMP terlihat sangat antusias mengikuti kegiatan vaksinasi menjelang dimulainya PTM di sekolah Kota Kediri.
Fadhilla Syahdan Alqariani Nugroho, siswi kelas 7 SMPN 1 Kediri mengatakan tidak takut divaksin karena rasanya seperti dicubit sebentar serta demi kesehatan. "Saya sudah bosan (belajar) di rumah, ingin segera bisa belajar di sekolah dan bertemu dengan bapak ibu guru langsung," ungkap Fadhilla.
Sementara Daniel, siswa kelas 7 di SMPN 3 Kota Kediri mengaku sempat deg-degan. "Agak nervous sedikit, tetapi saya baik-baik saja, tidak takut setelahnya karena sudah biasa disuntik dulu waktu SD juga," tutur Daniel.
Sementara pihak sekolah seperti SMPN 1 Kediri dan SMPN 3 Kediri saat ini telah mempersiapkan PTM sesuai peraturan yang ditetapkan. Satriyani Widyawati Rahayu, Kepala SMPN 1 Kediri menjelaskan, peralatan protokol kesehatan (prokes) telah disiapkan.
Setiap kelas juga disediakan tempat cuci tangan, disinfeksi kelas selalu dilakukan, hingga ada pengaturan jarak antar siswa saat pembelajaran.
Satriyani menjelaskan, muridnya yang mengikuti vaksinasi dari kelas 7. Dari 355 murid kelas 7, sebanyak 215 anak yang terdata sebagai penerima vaksin di sekolah.
"Alhamdulillah, dari total siswa 215 mengikuti vaksinasi, sedangkan sisanya telah melakukan vaksin diluar," ungkapnya.
Sebelumnya telah mendata, siapa saja siswa-siswi yang belum divaksin, dan siapa yang telah divaksin. Siswa belum divaksin akan mengikuti vaksinasi di sekolah. Sementara murid SMPN 3 Kota Kediri yang mengikuti vaksinasi sebanyak 242 siswa.
"Dari total 333 siswa kelas 7, sebanyak 91 di antaranya telah melakukan vaksinasi, sehingga yang hadir hari ini adalah sisanya sebanyak 242 anak," jelasnya.
Pihak sekolah sebelumnya telah melakukan pendataan, memilah bagi siapa yang telah divaksin dan yang belum. Para siswa terlihat sangat antusias mengikuti pelaksanaan vaksinasi.
"Alhamdulillah, respons dan antusiasme dari anak-anak kami dan orangtua wali murid sangat positif. Meskipun ada beberapa yang takut karena disuntik, tetapi setelah dilakukan pendekatan mereka jadi berani dan tidak takut disuntik," jelasnya.
Sementara Gaguk Eryanto Edi, Wakil Kepala Sekolah Bidang Kesiswaan SMPN 3 Kediri menjelaskan bahwa pihaknya telah membentuk satgas Covid-19 di sekolah yang bertanggung jawab atas pelaksanaan dan penertiban prokes.
"Termasuk SOP pelaksanaan pembelajaran di tengah situasi pandemi, serta melakukan sosialisasi kepada para orangtua wali murid," jelas Gaguk.
Dokter Fauzan Adima, Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri yang dikonfirmasi melalui Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P), Alfan Sugiyanto mengatakan, kegiatan vaksinasi siswa SMP telah menyediakan sebanyak 500 dosis.
"Ada 500 dosis vaksin Sinovac yang kami bawa hari ini untuk diberikan kepada para peserta didik dari SMPN 1 Kediri dan SMPN 3 Kediri," jelas Fauzan.
Sejauh ini belum ada Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI) bagi anak-anak usia 12-17 tahun. Sehingga orangtua tidak perlu khawatir secara berlebihan.
"KIPI setelah melakukan vaksinasi itu sangat umum terjadi, hal itu sebagai bentuk respon tubuh untuk membentuk antibodi dari vaksin yang diberikan," jelasnya.
Selama melakukan vaksinasi bagi masyarakat Kota Kediri tidak ditemukan kasus KIPI yang sedang dan berat. "Rata-rata KIPI ringan seperti lengan pegal dan demam saja," ungkapnya.