SURYA.CO.ID, KEDIRI - Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar mengungkapkan strateginya dalam menangani Pandemi Covid 19 pada kegiatan Pengenalan Kehidupan Kampus Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Wahidiyah melalui zoom, Rabu (8/9/2021).
Data pada 7 September 2021, kasus terkonfirmasi Covid-19 di Kota Kediri mencapai 3.931 orang dengan kasus sembuh mencapai 3.440 orang.
Sedangkan saat ini kasus positif Covid-19 telah mengalami tren penurunan.
“Alhamdulillah sekarang kondisinya makin membaik," ungkapnya.
Sedangkan penanganan Pandemi Covid 19 dilakukan mulai dari hulu ke hilir hingga penanganan warga dampak.
Dari hilir dilakukan dengan mengendalikan mobilitas, penyekatan dan pengalihan arus, testing dan tracing.
Sedangkan penanganan hilir warga isoman, penyediaan ruang isolasi terpusat, penambahan tempat tidur di rumah sakit, menjaga ketersediaan oksigen dan obat.
Penanganan warga terdampak juga dilakukan Pemerintah Kota Kediri seperti pemberian bantuan sosial bagi warga dan pelaku usaha.
“Sampai hari ini masih ada penyekatan di beberapa ruas jalan untuk membatasi mobilitas. Penambahan vaksin juga terus dilakukan. Forkopimda juga memantau distribusi oksigen supaya stoknya cukup. Pemerintah Kota Kediri juga membagikan dana Sahabat (santunan hadapi bencana) kepada 28.783 kepala keluarga,” ungkapnya.
Wali kota juga mengeluarkan instruksi kepada para Aparatur Sipil Negara (ASN) untuk gerakan berbagi membantu masyarakat terdampak pandemi covid-19 yang berjalan sampai sekarang.
Sedangkan Bantuan Isolasi Mandiri (Batman) melibatkan lembaga dan komunitas untuk membantu warga yang sedang melakukan isolasi mandiri.
”PKK Kota Kediri juga ambil bagian dalam program vaksinasi dan membuat Dapur TP PKK Kota Kediri untuk menyediakan nasi bungkus yang diberikan pada warga yang menjalani isoman,” terangnya.
Sedangkan penanganan dampak ekonomi telah dilakukan Pemkot Kediri melalui Kredit Usaha Melayani Warga Kota Kediri (Kurnia) untuk modal usaha bagi pelaku usaha mikro dan koperasi dengan bunga 2 persen.
Upaya lainnya membebaskan denda keterlambatan pajak dan membuat himbauan dan monitoring ke perusahaan untuk menghindari PHK.
“Kita melakukan percepatan digitalisasi kepada UMKM dan memperkenalkan UMKM pada marketplace di Indonesia. Selain itu mengedukasi pusat perbelanjaan saat ini harus menginstal aplikasi PeduliLindungi. Jadi kalau mau masuk mall di Kota Kediri harus memakai aplikasi sesuai dengan instruksi dari pusat,” ujarnya.
Sementara pada sesi tanya jawab salah satu penanya, Ilham Malik Fajar mahasiswa Fakultas Teknik dan Informatika menanyakan persiapan pembelajaran tatap muka di Kota Kediri.
Terkait pembelajaran tatap muka, wali kota menyampaikan akan membuka pembelajaran tatap muka namun dengan persiapan dan mekanisme yang matang.
“Tetap kita sediakan materi untuk daring. Jadi saat ini ada orang tua yang menerima dan masih takut anaknya bersekolah. Jadi kita harus sama-sama menghormati dan dinamis menyesuaikan diri,” jelasnya.