Kediri, koranmemo.com – Program pemetaan mutu pendidikan secara nasional berupa Asesmen Nasional (AN) oleh Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbud Ristek) di Kota Kediri terancam tertunda. Sebab, Kota Kediri masih menjalani Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level 4 dimana pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan. Sementara daerah yang bisa melaksanakan Asesmen Nasional sesuai ketentuan adalah daerah yang menjalani PPKM level 1 sampai 3 saja dan sudah menerapkan pembelajaran tatap muka.
Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri, Siswanto menjelaskan, Kemendikbud Ristek sebagai pelaksana asesmen akan menunjuk siswa kelas 5 SD dan 8 SMP secara acak untuk mengerjakan tes. Tetapi pelaksanaan asesmen di Kota Kediri yang sedianya dilaksanakan pada September sampai Oktober bisa tertunda. Pasalnya, Kota Kediri masih menjalani PPKM level 4 dan pembelajajaran masih dilakukan secara on line atau sistem daring.
“Asesmen di Kota Kediri kemungkinan bisa diundur lagi, karena penularan Covid-19 di Kota Kediri masih tergolong tinggi,” katanya.
Seperti diketahui, saat ini Kota Kediri masih menjalani PPKM level 4 sebagaimana paparan Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar dalam jumpa pers beberapa waktu kemarin. Meski begitu, kalaupun Kota Kediri turun pada level 3, pelaksanaan pembelajarna tatap muka juga tidak serta merta langsung dilaksanakan karena harus mempertimbangkan banyak aspek dan risiko. Mengingat, padatnya penduduk di daerah perkotaan menjadikan risiko penularan Covid-19 di Kota Kediri meningkat.
“Saat level 3 pun saya rasa masih cukup berisiko. Saat ini kami masih fokus pada vaksinasi, tracing, dan testing. Selain itu saat ini juga masih belum semua pelajar mendapatkan vaksin, hanya usia 12 tahun ke atas saja,” ujar Mas Abu, sapaan akrab Wali Kota Abdullah ABu Bakar.
Abdullah Abu Bakar memastikan, pembelajaran tatap muka bisa segera dimulai bila kondisi benar-benar aman. Selain itu, semua guru di daerahnya juga harus sudah mendapatkan vaksinasi dosis 1 dan 2.

