
Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin memimpin Apel Pagi di Halaman Balai Kota Kediri, Senin (18/05/2026). Dalam apel ini, Wakil Wali Kota menyampaikan beberapa hal terkait dengan situasi terkini.
"Hari ini dunia sedang menghadapi dinamika yang tidak ringan. Kita melihat kondisi ekonomi global yang belum benar-benar stabil. Lalu cuaca semakin sulit diprediksi, situasi geopolitik dunia masih memanas, harga beberapa komoditas mengalami fluktuasi, dan dampaknya sampai terasa hingga ke daerah," ujarnya.
Gus Qowim mengungkapkan ketika dolar naik, harga bahan baku tertentu ikut naik, biaya distribusi meningkat, dan daya beli masyarakat bisa ikut terpengaruh. Karena itu, penting untuk memiliki sense of awareness dan sense of crisis yang sama. "Jangan sampai kita bekerja seolah semuanya baik-baik saja, tanpa membaca situasi yang sedang berkembang. Namun di tengah kondisi seperti ini, justru kita harus mampu menyikapi dengan tenang dan bijak. Mari kita rapatkan barisan menghadapi situasi ini," ungkapnya.

Dalam kesempatan ini, Gus Qowim mengajak seluruh pihak untuk memperkuat hal-hal yang bisa dikendalikan dalam menghadapi situasi saat ini. Pertama, spending better. Dimana harus bijak dan efisien dalam menggunakan anggaran. Fokus pada program yang benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat dan mengurangi kegiatan yang hanya bersifat seremonial tanpa dampak nyata. Setiap rupiah anggaran yang digunakan, harus benar-benar kembali kepada masyarakat dalam bentuk manfaat yang nyata.
Kedua, seluruh OPD dan BUMD memperkuat penggunaan produk dalam negeri dan produk lokal Kota Kediri. Rasa bangga untuk menggunakan produk dalam negeri harus terus dihidupkan. Setiap belanja pemerintah harus mampu menggerakkan ekonomi lokal dan membuka peluang kerja bagi masyarakat. Ketiga, TPID harus perketat pantauan harga pangan dan distribusi kebutuhan pokok. Jangan sampai masyarakat merasa resah karena kenaikan harga yang tidak terkendali. Keempat, dukungan kepada UMKM harus terus diperkuat. Pendampingan, akses permodalan, dan akses pasar harus terus dibuka. Jangan biarkan pelaku usaha kecil berjalan sendiri menghadapi tantangan ekonomi.

Pada kesempatan ini, Gus Qowim menegaskan bahwa birokrasi hari ini tidak boleh lagi bekerja dalam sekat-sekat. Semua adalah satu kesatuan, dalam satu tim dan satu tujuan. Dimana tujuan yang dicapai jelas yakni menghadirkan pemerintahan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat. "Saya mengajak seluruh pihak untuk menjaga semangat kolaborasi, meningkatkan kualitas pelayanan, dan membangun budaya kerja yang cepat, adaptif, dan solutif. Mari kita terus bekerja dengan hati, dengan integritas, dan dengan rasa memiliki terhadap Kota Kediri. Insya Allah dengan kebersamaan dan gotong royong kita bisa menghadapi tantangan apa pun," tegasnya.
Turut hadir, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Camat, Direktur BUMD dan tamu undangan lainnya.
Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Sekretariat Daerah Kota Kediri