Workshop Online Branding untuk Tingkatkan Literasi Digital Pelaku Usaha

Berita SKPD | 24/04/2019

Dunia kini telah memasuki era ekonomi digital seiring dengan semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi. Fenomena tersebut harus disikapi oleh pelaku bisnis dengan meningkatkan literasi digital agar tidak gagap menghadapi perubahan pola konsumsi dan preferensi masyarakat. Hal tersebut yang katakan oleh Kepala Dinas Perdagangan dan perindustrian Kota Kediri Yetty Sisworini saat membuka sosialisasi pegembangan branding produk secara online di Ruang Kilisuci Balaikota Kediri Rabu (24/4).
Acara tersebut diikuti oleh 30 pelaku usaha dari Kota Kediri dan menghadirkan pemateri utama dari Bukalapak, salah satu platform marketplace terbesar di Indonesia.
Disana, peserta akan dibekali dengan wawasan tentang membangun online branding dan juga pemanfaatan situs marketplace untuk memasarkan produk secara efektif. Diharapkan keikutsertaan dalam workshop ini akan semakin mendorong kesiapan Industri Kecil dan Menengah (IKM) di Kota Kediri untuk go modern, go digital dan go international.


Lebih lanjut, Yetty mengatakan suatu bentuk transformasi digital yang mengajak masyarakat menggunakan teknologi digital, salah satunya dengan menjual produk secara online. Hal ini dilakukan pemerintah sebagai bagian dari pemerataan akses pasar melalui digital guna meningkatkan ekonomi.
"Kalau di toko hanya menunggu orang membeli, dengan teknologi jadi bisa menjemput bola. Apalagi sekarang banyak online marketplace, salah satu contohnya adalah melalui Bukalapak," kata Yetty.
Yetty juga memaparkan bahwa berjualan online itu mudah. Hanya, pedagang diminta untuk membangun kepercayaan agar jualannya bisa berhasil. Pasalnya sifat  berjualan online dan offline (langsung)  berbeda.
Berjualan langsung, pembeli dan penjual bisa melakukan saling tawar dan bisa melihat-lihat barang sebelum terjadinya transaksi. Namun tidak demikian dengan berjualan online.
Ia menyebut, berjualan online harus mengutamakan kejujuran. Pasalnya saat berjualan online, konsumen hanya bisa melihat gambar produk serta melihat ukurannya berdasarkan keterangan deskripsi produk.
Ia pun meminta kepada pedagang yang mulai masuk ke jual beli online untuk memberi data yang sebenar-benarnya kepada calon pembeli.
"Kalau nggak, nanti pembeli komplain, nanti tidak dipercaya, dan jadi tidak laku. Makanya diperlukan kejujuran," tuturnya.