Puluhan Pengguna Jalan di Kota Kediri Tak Pakai Masker, Langsung Denda Rp 50.000

Kediri Dalam Berita | 16/09/2020

Kediri, koranmemo.com — Bagi pengguna jalan baik pengendara maupun pengemudi kendaraan siap-siap menjalani persidangan. Ini berlaku bagi mereka yang tidak mengenakan masker sesuai dengan protokol kesehatan, seperti puluhan pengendara dan pengemudi yang melintas di sekitar Bundaran Sekartaji, Selasa (15/9).

Wakapolresta Kediri, Kompol Arifaini menjelaskan, dalam penindakan yang dilakukan personel gabungan TNI-Polri dan Satpol PP Kota Kediri, ada 22 pengendara yang melanggar. “Ini hasil pantauan kami di lapangan. Jadi, mereka yang tidak mengenakan masker akan kami tindak,” jelasnya.

Ada beberapa pengendara yang melepas masker saat berkendara, dan ada yang beralasan masih merokok maupun hanya sekadar menurunkan masker. “Kami beri imbauan, tapi kalau memang mereka tidak mengenakan bahkan tidak membawa, maka akan kami arahkan untuk mengikuti sidang,” tuturnya.

 

Dari pantauan di lapangan, pihak Jaksa pun memberikan arahan kepada pelanggar. “Pak, ini musim pandemi Covid-19, kalau mau beraktivitas di luar rumah harus pakai masker nggeh. Apalagi kalau berkendara, ini sebagai antisipasi supaya bapak tidak terpapar virus. Kan tidak tahu kapan dan di mana terkena virus, jadi harus berhati-hati,” ucap jaksa.

Mereka yang melanggar pun menjalani sidang sesuai prosedur, selain Jaksa, ada panitera dan hakim. Dari 22 pelanggar, mereka dikenakan denda Rp 50.000 karena tidak menggunakan masker. Padahal pada Perda Nomor 2 Tahun 2020, bagi yang melanggar protokol kesehatan akan dikenakan denda administrasi sebesar Rp 250.000.

Berdasarkan informasi yang diperoleh Koranmemo.com, razia yustisi bagi pengendara ini dilaksanakan secara berkala hingga 23 September nanti.

“Tentunya sanksi yang diberikan sesuai dengan Perda Nomor 2 Tahun 2020. Tapi, kami sesuaikan dengan kearifan dan kondisi masyarakat. Makanya, denda yang kami berikan tidak maksimal sebesar Rp 250.000, hanya Rp 50.000,” ujar Hakim Pengadilan Negeri (PN)Kota Kediri, Hendra Pramono.