Baru Tiba di Kediri, Mobil PCR Jatim Uji 300 Spesimen Per Hari

Kediri Dalam Berita | 06/06/2020

logo

KEDIRI – Ribuan warga Kediri raya mulai menjalani rapid test hari ini (05/06). Mereka melakukan uji swab dan rapid test menggunakan fasilitas mobil PCR Pemerintah Provinsi. Sebelum ini mobil PCR sempat melayani uji covid-19 di beberapa kota di Jatim hingga akhirnya kini berada di Kediri.

“Kegiatan ini merupakan inisiasi dari Gubernur Jawa Timur. Kolaborasi dengan kepala daerah se-Jatim,” terang dr. Fauzan Adima, Juru Bicara Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 Kota Kediri.

Menurutnya, pemeriksaan massal melalui mobil PCR ini ditujukan untuk mempercepat pemeriksaan virus di masyarakat. Apalagi saat ini semakin banyak jumlah orang tanpa gejala (OTG) yang tidak disiplin menerapkan protokol kesehatan. Semakin banyak warga yang dites maka akan semakin jelas siapa saja yang terjangkit untuk kemudian ditindaklanjuti.  

“Jika sudah ketahuan yang terjangkit, bisa langsung ditracing sehingga tidak semakin menyebar,” tambahnya.

Total ada 1533 orang warga Kediri Raya yang akan menjalani rapid test selama lima hari ke depan. Mereka berasal dari Kota dan Kabupaten Kediri. Rentang usianya beragam mulai dari bayi di bawah umur tiga tahun hingga warga lanjut usia. Tes ini tidak dilakukan secara acak namun berdasarkan nama-nama yang sudah terdaftar sebelumnya.

“Kriterianya orang yang punya kontak erat dengan penderita, OTG, ODP, dan PDP,” tambah Fauzan.

Dari pantauan di lapangan, proses uji spesimen dimulai pukul 09.00 WIB di halaman RS Kilisuci. Warga yang akan menjalani tes tidak datang sendiri-sendiri. Mereka dijemput menggunakan mobil Satpol PP dan ambulans. Setiap berganti penumpang, kendaraan langsung disterilisasi menggunakan disinfektan oleh BPBD Kota Kediri sehingga virus tidak menyebar antar rombongan.

“Petugas medis yang menjemput mengenakan alat pelindung diri (APD) lengkap. Jadi kami terapkan protokol kesehatan secara ketat,” tambahnya.

Meski diliputi rasa khawatir, masyarakat terlihat tertib menjalani tes. Mereka mengantri dan menanti dengan sabar. Beberapa balita dan batita sempat “rewel” dan menangis. Namun akhirnya berhasil ditenangkan sehingga proses uji spesimen bisa berlangsung dengan kondusif.

Fauzan menjelaskan warga yang dinyatakan reaktif rapid test akan langsung diarahkan untuk melakukan uji swab di rumah sakit. Sedangkan yang negatif diperbolehkan kembali pulang ke rumah masing-masing. “Hasilnya akhirnya nanti menunggu waktu operasional mobil PCR selesai di Kediri,” pungkasnya.

Untuk diketahui, cara kerja rapid test adalah dengan memeriksa antibodi IgG dan IgM dalam darah. Antibodi itu akan terbentuk di dalam tubuh ketika mengalami infeksi virus. Jika ada tanda infeksi, hasil rapid test dinyatakan reaktif. Prosesnya cepat karena tidak lebih dari satu jam.

Namun hasil itu bukanlah diagnosis yang menggambarkan infeksi Covid-19 yang sesungguhnya. Mereka yang dinyatakan reaktif harus menjalani pemeriksaan lanjutan dengan swab tenggorokan atau hidung untuk memastikan keberadaan virus dalam tubuh penderita.