Kediri, koranmemo.com - Mainan mobil Tamiya 4WD yang populer di tahun 1990 sepertinya tidak pernah lekang oleh waktu. Mobil mainan Tamiya bukanlah hanya untuk anak-anak atau mereka yang remaja, melainkan juga mereka sudah sangat dewasa.
Salah satunya komunitas Mini 4WD Tamiya Kediri yang memiliki puluhan anggota mulai dari pelajar hingga orang dewasa. Selain sekedar hobi, komunitas itu juga mengadakan maupun mengikuti perlombaan Tamiya 4WD di lokal maupun luar kota.
Menurut Herman (32), salah satu anggota Komunitas Mini 4WD Tamiya Kediri, dibentuknya komunitas berawal dari anime yang sejak kecil ketika dirinya bersama temannya tonton. Waktu itu, mereka sering melihat anime tersebut sehingga tertarik membeli tamiya.
"Begitu kita sekarang sudah bisa beli Tamiya sendiri dan kenal dengan banyak orang, akhirnya membuat komunitas sendiri," katanya.
Herman mengatakan, komunitas tersebut dibentuk pada tahun 2018 yang kini mempunyai sekitar 30 anggota. Dari 30 anggota itu mayoritas diikuti oleh orang dewasa, sedangkan pelajar jumlahnya hanya sedikit.
Dibentuknya komunitas itu memiliki tujuan hanya sekedar hobi untuk mengisi ketika memiliki waktu luang seperti perlombaan.
"Sering sekali kita kumpul untuk diskusi bersama maupun mengadakan lomba disini," jelasnya.
Selain mengikuti lomba di Kediri, lanjutnya, anggota juga pernah mengikuti di luar kota seperti Bandung, Jakarta, Surabaya, Malang, dan Mojokerto. Karena mayoritas anggotanya bekerja dan mempunyai kesibukan masing-masing, sehingga harus diskusi atau janjian terlebih dahulu.
"Kami tidak wajibkan mereka ikut atau tidak karena punya kesibukan masing-masing. Jadi, kalau mereka ada waktu senggang maka hanya tinggal berangkat saja," ungkapnya.
Baca Juga: Mudah Dicari, Berikut 9 Makanan dan Minuman Pencegah Kanker
Mengenai setiap perlombaan, Darma mengaku, anggota menyiapkan spart part baru Tamiya maupun lainnya untuk menyeting atau memperbaiki apabila ketika lomba mengalami kendala.
Namun, ada sesuatu menarik bagi anggota karena mempunyai momen terkesan yaitu pernah menjadi juara tingkat nasional di Kota Bandung. Hal tersebut membuat nama komunitas naik, sehingga membuat para anggotanya bersemangat dan terus berkarya.
Di masa pandemi Covid-19, perlombaan Tamiya masih terus berjalan meski harus menerapkan protokol kesehatan ketat.
"Kalau harapan saya semoga bisa menambah orang karena mainan ini bukan sekedar mainan sembarangan karena dapat menambah pemasukan ketika kita juara mengikuti lomba," ungkapnya.