Asfin Firmansyah, Wakil Kota Kediri di Lomba Membatik Jatim

Pakai Sepatu Jebol Kalahkan Siswa SD Se-Kota Kediri Hobi menggambar dan membuat kaligrafi mengantar Asfin menjuarai lomba membatik di kotanya. Siswa kelas V SD ini tak kehilangan konsentrasi meski saat berlomba sepatunya bolong. Walau bersepatu butut, hasil karya batiknya gemilang dan menjadi terbaik.

     "Senang sekali," ujar Asfin Firmansyah mengomentari prestasinya di dunia batik saat ditemui Radar Kediri siang itu (2/5). "Siswa SDN Ngletih ini baru saja mengukir prestasi gemilang April lalu. Dia menjadi juara lomba membatik tingkat SD se-Kota Kediri. Meski membanggakan, Asfin yang pemalu lebih banyak diam dan tersenyum.

      Keberhasilan menjadi juara tingkat Kota Kediri itulah yang mengantarkan Asfin maju ke tingkat Provinsi Jawa Timur. Dia menjadi wakil sekaligus andalan Kota Tahu dalam lomba membatik di Surabaya pada 21 Mei nanti. "Target saya juara di jatim," kata remaja kelahiran Kediri, 2 September 1996 ini.

        Sukses Asfin menjadi yang terbaik dalam lomba membatik di Kota Kediri dilalui dengan perjuangan berat. Dia sempat menjadi pusat perhatian. Karena anak tukang becak ini memakai sepatu jebol. "Saya tak punya sepatu. Jadi meski jebol, tetap saya pakai," ujarnya.

        Beruntung, mental Asfin tidak drop. Dia fokus dalam lomba. Hasilnya, dewan juri pun mengakui kehebatan siswa yang juga jago dalam kaligrafl ini. Dia akhirnya dinobatkan sebagai juara pertama. "Saya suka menggambar dan membatik," aku siswa asal Kelurahan Ngletih, Kecamatan Pesantren ini.

       Kecintaan Asfin pada dunia batik membuatnya rela berjam-jam duduk di kursi kecil untuk membatik. Dia terlihat sangat tekun menorehkan canting di selembar kain. Sehingga, karyanya sangai istimewa. Keberhasilan Asfin ini membuat SDN Ngletih bangga. Hj. Suprapti, pembina Asfin, sampai meneteskan air mata saat mengetahui anak didiknya menjadi juara. "Saya tidak menduga sama sekali, Asfin bisa juara,” urainya.

        Dalam lomba tingkat Kota Kediri, SDN Ngletih tidak memberi target muluk-muluk. Sebab persiapan Asfin juga sangat minim. Dia hanya berlatih dalam hitungan minggu. Maklum, ekstrakurikuler membatik baru ada di SDN Ngletih. "Kami belajarnya ndadak. Alhamdulillah bisa juara," katanya.

       Untuk lomba tingkat provinsi, SDN Ngletih tidak mau main-main. Asfin terus digenjot latihan. Setiap ada jam kosong atau pulang sekolah, dia didampingi Suprapti berlatih membatik. Tak tanggung-tanggung, tema batik yang akan dilombakan juga sudah disiapkan. Temanya adalah 'Parang Garuda Boyo' Tema tersebut menyesuaikan dengan lokasi lomba yang ada di Surabaya. " Mudah - mudahan menjadi juara di Jatim," tutur Suprapti.

         Sementara itu, Kepala SDN Ngletih Tuwari juga mendukung total Asfin dalam lomba. Meski sekolah pinggiran, tetapi Tuwari tidak ingin anak didiknya kalah bersaing dengan siswa dari sekolah favorit di Kota Kediri atau daerah lain. "Setiap ada kegiatan atau lomba yang positif, kami selalu mengirimkan siswa kami," jelasnya. Khusus untuk Asfin, Tuwari ingin anak didiknya meraih hasil maksimal. Dia memberikan waktu seluas-luasnya kepada Asfin dan pembinanya berlatih membatik. "Lomba nanti adalah nama Kota Kediri yang dipertaruhkan. Jadi harus sukses," tegasnya.

        Dukungan terhadap Asfin tidak hanya dari SDN Ngletih, Walikota Samsul Ashar yang melakukan road show program 1.000 Sepatu untuk Anak Kota Tahu, kaget saat mengetahui Asfin berasal dari keluarga kurang mampu. Saat mengetahui sepatu yang dipakai Asfin tidak layak pakai, Samsul Ashar langsung memberikan sepatu baru. "Sepatu baru ini bisa dipakai ke Surabaya untuk lomba," tuturnya.

        Tidak hanya itu, Samsul Ashar juga langsung memberi bantuan uang saku. Pria yang akrab disapa Pak Dokter ini berharap anak bungsu pasangan Samuri dan Karmi tersebut bisa meraih sukses di lomba tingkat provinsi. "Jangan takut atau minder. Kemiskinan bukan penghalang berprestasi," kata Samsul Ashar memberi semangat,

        Selain itu, ia juga minta Asfin berlatih keras. Karena Asfin sudah tidak membawa nama SDN Ngletih, tetapi Kota Kediri. Sehingga, jika bisa juara, nama Kota Kediri juga akan harum. "Jika ada yang dibutuhkan, silakan hubungi saya," ujarnya.

         Bantuan sepatu tersebut membuat Asfin semakin percaya diri. Dia bersorak kegirangan saat menerima bantuan. Raut muka siswa SD ini pun cerah. Dia langsung menunjukkan kebolehannya membatik di depan walikota dan tamu undangan. "Mudah-mudahan, saya bisa menjadi juara di Jawa Timur," tekadnya.

Kediri, Radar