Masyarakat Harus Bangga Gunakan Produk UMKM
Posted : 30 Nopember 2012

*Pak Dokter Ingin Masyarakat Sejahtera

     Walikota Kediri dr. Samsul Ashar sangat peduli terhadap perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) di Kota Kediri. Agar UMKM bisa berkembang pesat, Pak Dokter panggilan akrab dr. Samsul Ashar, menghimbau agar seluruh pegawai negeri sipil (PNS) dan masyarakat Kota Kediri untuk menggunakan produk-produk dari UMKM. "Kita harus bangga menggunakan produk UMKM Kota Kediri," ujarnya.

     Walikota Kediri dr. Samsul mengatakan, secara kualitas, produk UMKM tidak kalah dengan perusahaan besar. Sehingga, masyarakat tidak perlu ragu menggunakan produk UMKM. "Ada produk-produk UMKM yang kualitasnya lebih bagus dari pabrik," ujarnya.

     Untuk membuat masyarakat mau menggunakan produk UMKM Kota Kediri, Pak Dokter berusaha memberi contoh yang baik. Dalam setiap kegiatan, dr. Samsul Ashar selalu mempromosikan produk UMKM. Selain secara lisan, orang nomor satu di Ko­ta Kediri ini juga tidak segan-segan memakai produk UMKM, seperti menggunakan baju dari kain tenun ikat atau batik dengan corak Macan Putih.

     Agar perkembangan UMKM semakin pesat dan mampu bersaing dengan pengusaha besar, pemkot memberikan kucuran modal. Tidak tanggung-tanggung bantuan kredit modal miliaran rupiah diberikan kepada pen­gusaha UMKM di Kota Kediri. Bunga yang dikenakan kepada pengusaha UMKM juga sangat ringan, yaitu 6 persen/tahun. "Kami ingin masyarakat Kota Kediri sejahtera," ujarnya.

    Walikota Kediri dr. Samsul meminta agar pen­gusaha UMKM di Kota Kediri memanfaatkan kesempatan yang diberikan pemkot. Mereka diharapkan mengambil jatah kredit yang sudah disediakan. Sehingga, dana miliaran rupiah bisa terserap. "Sayang sekali jika dana miliaran rupiah tidak terserap," ujarnya.

     Agar penyerapan dana kredit UMKM maksimal, dokter spesialis penyakit dalam ini me­minta kepada satuan kerja (satker) yang membidangi untuk tidak mempersulit proses kredit. Mereka harus membantu pen­gusaha UMKM mendapatkan (kredit). "jangan sampai pengusaha UMKM terbelit rentenir," ingatnya.

Kediri, Radar